PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU (SUATU STUDI PADA SMAN DI KABUPATEN PIDIE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU (SUATU STUDI PADA SMAN DI KABUPATEN PIDIE)


Pengarang

Hasballah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0392050017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Manajemen Pendidikan (S2) / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : prog.studi magister manajemen pendidikan., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.203 092

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Supervisi sekolah sangat terkait dengan perkembangan langsung proses dari kerja bukan terkait dengan pengendalian bawahan. Supervisi dipandang sebagai proses kerjasama di antara rekan sejawat. Supervisor tumbuh dan berkembang atas dasar kelebihan keprofesionalnya bukan karena status atau posisi sebagai pemimpin dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kemampuan mengajar. Untuk tujuan penelitian, maka analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui metode desk riptif pendekatan naturalistik kualitatif, hasil analisis merupakan jabaran hasil penelitian lapangan dan kemudian direkomendasikan untuk pembahasan dan kesimpulan penelitian. Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan mampu menyentuh kealamiahan sumber data yang bersifat menyeluruh kaitannya dengan upaya-apaya supervisi klinis yang dilakukan Kepala Sekolah. Kegiatan supervisi klinis yang dilakukan Kepala Sekolah berjalan sesuai prinsip-prinsip: penetapan tujuan, penggunaan dan penerapan strategi, tahapan kegiatan, penggunaan waktu, kegiatan evaluasi dan tindak lanjut. Terdapat tiga model pendekatan supervisi klinis yang dilakukan Kepala Sekolah yakni; (I) pendekatan kedinasan, (2) kemitraan, dan () kekeluargaan. Adapun teknik yang digunakan adalah, teknik diskusi kelompok, pembicaraan individual dan kunjungan kelas. Tiga model pendekatan supervisi klinis yang dikembangkan Kepala Sekolah teryata mendapat srespom positif dari guru, hal tersebut terungkap melalui tingginya partisipasi dan perhatian guru dalam melaksanakan setiap tugas yang dibebankan Kepala Sekolah terutama untuk lebih inovatif dan terampil dalam menggunakan metode-metode mengajar, sera meningkatkan penguasaan bahan ajar
KATA KUNCI : Supervisi Klinis, Kemampuan Mengajar

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK