<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156541">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERMINTAAN UANG DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi ini menganalisis perilaku Permintaan Uang di Indonesia periode 1980-1995.  Salah   satu sifat  dasar dari Permintaan Uang adalah orang tertarik akan daya beli uang tersebut (purchasing power), bukan jumlah nominal atau jumlah rupiah yang mereka miliki. Model Permintaan uang selama ini belum ada yang baku, sehingga untuk mencapai tujuan  dalam penelitian  ini  digunakan model  penyesuaian parsial (PAM) dan model koreksi kesalahan (ECM).  Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh pendapatan, suku bunga, tingkat inflasi dan nilai tukar (rupiah terhadap   US  dollar) terhadap permintaan uang di Indonesia. Hasil estimasi model  PAM memperlihatkan besaran elastisitas  masing- masing variabel penjelas dalam jangka pendek dan jangka panjang lebih kecil dari satu. Pengaruh pendapatan,  tingkat inflasi dan pendapatan periode sebelumnya adalah positif sementara inflasi negatif terhadap permintaan uang di Indonesia. Tingkat bunga yang diharapkan  (expected interest rate) mempunyai hubungan negatif. Hasil penelitian  ini  menunjukkan balwa   fenomena khusus  yang dapat diketahui model PAM adalah koefisien penyesuajan,  yang miemberikan indikasi adanya tanggapan  masyarakat  terhadap perubahan jumlah uang yang beredar sangat lamban baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam model koreksi kesalahan (ECM) dilihat dari signifikansinya, mampu memperlihatkan  sebagai  alat prediksi,  di  mana seluruh variabel kelambanan waktu (lags) signifikan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa respon masyarakat sangat lambat terhadap permintaan uang di Indonesia sehingga memerlukan waktu  (time lags). Dan kondisi ini mengisyaratkan  bahwa telali terjadi peningkatan  pemegangan uang kuasi, artinya tingkat moneterisasi  masyarakat sudah semakin tinggi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MONEY - ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PURCHASING POWER - VALUE OF MONEY</topic>
 </subject>
 <classification>332.41</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156541</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-26 15:15:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-27 09:43:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>