Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG DI INDONESIA
Pengarang
Azizah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
99120013
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 2001
Bahasa
Indonesia
No Classification
332.46
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Permintaan uang merupakan masalah yang banyak dibicarakan dan dilakukan penelitian di berbagai negara termasuk Indonesia. Hal ini menandakan bahwa masalah perilaku permintan uang sangat penting untuk di analisis, karena permintaan uang merupakan suatu besaran moneter yang dapat digunakan sebagai salah satu variabel penting dalam analisis kebijakan moneter.
Pemilihan model untuk mengestimasi permintaan uang selama ini belum ada yang baku, sehingga untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini dipakailah model linier dinamis diantaranya adalah Model Penyesuaian Parsial (PAM) dan Model Koreksi Kesalahan (ECM). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh pendapatan, tingkat bunga, tingkat inflasi dan nilai tukar (rupiah terhadap dollar) terhadap permintaan uang di Indonesia.Untuk melihat keabsahan dari model dan data itu sendiri maka dilakukan berbagai uji spesifikasi model. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari beberapa instansi dan merupakan data runtun waktu.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa dengan model PAM besaran elastisitas masing-masing variabel penjelas dalam jangka pendek dan jangka panjang lebih kecil
dari satu dan telah terjadi pelanggaran asumsi klasik yaitu terjadinya autokorelasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa fenomena khusus yang dapat diketahui pada model PAM adalah koefisien penyesuaian, yang memberikan indikasi adanya tanggapan masyarakat terhadap perubahan jumlah uang yang beredar sangat lamban baik dalam jangka pendek maupunjangka panjang.
Dalam model koreksi kesalahan (ECM) jika dilihat dari signifikansinya, mampu memperlihatkan sebagai alat prediksi, dimana seluruh variabel kelambanan waktu (lags) signifikan. Demikian pula dengan melihat tingkat koreksi kesalahan (ECT) yang menunjukkan kevalidan model yang digunakan signifikan pada taraf keyakinan 99 persen.
lmplikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa respon masyarakat terhadap permintaan uang sangat lamban, sehingga rnemerluk:an waktu (time lags). Dan kondisi ini mengisyarakatkan bahwa telah terjadi peningkatan pemegangan uang kuasi, artinya tingkat monetarisasi masyarakat telah semakin tinggi.
Tidak Tersedia Deskripsi
THE RELATIONSHIP BETWEEN MONEY SUPPLY, ECONOMIC GROWTH, EXCHANGE RATE, AND TRADE OPENNESS WITH INFLATION IN ASEAN (DORA OSSIANA ANDINI POHAN, 2025)
PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR, SUKU BUNGA DAN EKSPOR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA (YUNIDAR PURNAMA SARI, 2018)
PENGARUH ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI TERHADAP PERMINTAAN UANG KARTAL DI INDONESIA (Nada Effendi, 2024)
ANALISIS INTERAKSI KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA (Muhammad Akhyar, 2018)
COVID-19 AND MARKET EFFICIENCY OF INDONESIAN STOCK MARKET (Muhammad Zaki Mubarak, 2024)