ANALISIS EKONOMI USAHATANI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN KOPI ARABIKA VARIETAS CATIMOR JALUK DI KABUPATEN ACEH TENGAH-PROPINSI D.I. ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS EKONOMI USAHATANI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN KOPI ARABIKA VARIETAS CATIMOR JALUK DI KABUPATEN ACEH TENGAH-PROPINSI D.I. ACEH


Pengarang

Mustafa Lutfi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

94120012

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 1998

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.173 73

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini penulis lakukan di kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang kelayakan usahatani kopi Arabika varietas catimor jaluk dan mengetahui tingkat efisiensi ekonomi pengembangan usahatani kopi Arabika varietas catimor jaluk dalam menggunakan sumberdayanya sekaligus membandingkan tingkat efisiensi
ekonomi usahatani tersebut pada berbagai kelompok tani.

Untuk mencapai tujuan terscbut ditetapkan 6 buah desa sebagai sampel denganjumlah responden 90 orang, dari jumlah tersebut 50 orang mempunyai lahan sempit dan 40 orang mempunyai lahan luas.

Untuk menganalisis layak tidaknya pengembangan usahatani kopi Arabika varietas catimor jaluk digunakan analisis Net B/C ratio, NPV, dan IRR, sedangkan untuk mengctahui tingkat cfisiensi dalam menggunakan sumberdayanya digunakan formulasi fungsi keuntungan Cobb-Douglas yang dinormalkan atau Unit Output Price (UOP) Profit Function.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa pengembangan usabatani kopi tersebut layak dikembangkan karena Net B/C rationya lebih besar dari I (NetB/C>I) yakni untuk kelompok petani lahan sempit dihasilkan rasio sebesar
1,80 x, untuk kelompok petani lahan luas dihasilkan rasio sebesar 3,46 x, sedangkan secara keseluruhan petani sampel dihasilkan rasio sebesar 2,84 x.
Sedangkan NPV berilai positif dan lebih besar dari NPV>0) yakni untuk kelompok petani lahan sempit dihasilkan NPV sebesar Rp 1.248.418,- untuk kelopok petani lahan luas sebear Rp 6.506.142,50 sedangkan secara keseluruhan petani sampel dihasilkan NPV scbesar Rp 3.877.280,10. Kemudian IRR yang dihasilkan lebih besar dari discount rate (IRR > Discount rate) yakni untuk kelompok petani lahan sempit dihasilkan IRR sebesar 43,88 %, untuk kelompok petani lahan luas dihasilkan IRR sebesar 74,26 % dan untuk keseluruhan petani sampel dihasilkan IRR sebesar 64,87 %. Keuntungan yang diperoleh petani lahan luas sebesar Rp 3.817.152,- scdangkan petani lahan scmpit Rp 1.560.840,- brarti petani lahan luas lebih menguntungkan dibandingkan dengan petani lahan sempit. Hasil koefisien regresi upah tenaga kerja mempunyai hubungan negatip terhadap keuntungan, artinya jika tingkat upah dinaikkan akan menyebabkan keuntungan menurun, untuk harga bibit mempunyai hubungan positip terhadap keuntungan artinya jika harga bibit dinaikkan menyebabkan keuntngan bertambah, sedangkan harga obat tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap keuntungan.








Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK