Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
REHABILITASI LAHAN ALANG-ALANG DENGAN PENGEMBALIAN ALANG-ALANG SEBAGAI MULSA, PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN BATUAN FOSFAT TERHADAP PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH DAN HASIL JAGUNG
Pengarang
Asrin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9992040132
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153
Penerbit
Banda Aceh : prog. studi magister pertanian., 2003
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.43
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ketersediaan sumberdaya lahan memiliki potensi terbatas, mengisyaratkan perlunya memberdayakan kembali lahan alang-alang guna memenuhi kebutuhan berbagai aktifitas kehidupan manusia yang terus meningkat. Salahsatu solusi memperbaiki, memulihkan dan meningkatkan produktifitas lahan alang-alang adalah melalui aplikasi pemberian input dan teknologi tertentu yang dapat memberikan pengaruh terhadap perbaikan sifat fisika, kimia dan biologi tanah.
Penggunaan mulsa alang-alang, pupuk kandang dan batuan fosfat relatif
tidak memerlukan biaya yang besar dan secara teknis dapat diterima serta
diterapkan dilapangan. Bahannya dengan mudah dapat tersedia tidak hanya untuk kondisi sekarang tetapi juga untuk jangka lama. Penggunnan mulsa pada permukaan tanah dapat memperbaiki sifat fisika tanah. Sejalan dengan itu, pupuk kandang juga merupakan sumber bahan organik dan berfungsi memperbaiki kesuburan sifat fisika tanah serta dapat menambah daya ikat tanah terhadap unsur hara dan air. Batuan fosfat selain memiliki kandungan unsur fosfor dan unsur mikro lainnya, juga secara tidak langsung pemupukan batuan fosfat menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap pori drainase cepat dan lambat, kadar air pada kapasitas lapang, air tersedia serta permeabilitas tanah. Perubahan sifat fisika tanah akan berdampak terhadap meningkatnya produktifitas lahan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pengembalian
alang-alang scbagai mulsa, pemberian pupuk kandang dan batuan fosfat terhadap perubahan beberapa sifat fisika tanah dan hasil jagung serta menentukan dosis pupuk kandang dan batuan fosfat yang tepat untuk dapat meningkatkan dan mempertahankan produktifitas lahan pada setiap perlakuan alang-alang.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanah Kambisol Eutrik mulai bulan Oktober 2001 sampai dengan bulan Januari 2002 di lahan petani transmigran Jaboi, Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri atas tiga faktor yaitu pengembalian alang-alang scbagai mulsa terdiri dari dua taraf (tanpa pengembalian alang-alang dan pengembalian alang-alang scbagai mulsa), pemberian pupuk kandang dengan tiga taraf (0, I5 dan 30 ton ha') dan pemberiaan batuan fosfat dengan empat taraf (0, 0.5, 1,0. dan 1,5 ton ha'). Adapun peubah respon yang diamati adalah tinggi tanaman jagung (umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam), beberapa sifat fisika tanah (suhu, berat volume, ketahanan penetrasi, total porositas, permeabilitas, kadar air tersedia, pori drainase lambat dan cepat, indeks stabilitas agregat serta infiltrasi), dan hasil jagung (bobot kering tanaman, bobot kering pipilan dan bobot 1.000,- bijj)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam (HST) dipengaruhi sangat nyata oleh pengembalian alang-alang sebagai mulsa, sedangkan tinggi tanaman pada umur
Ketersediaan sumberdaya lahan memiliki potensi terbatas, mengisyaratkan perlunya memberdayakan kembali lahan alang-alang guna memenuhi kebutuhan berbagai aktifitas kehidupan manusia yang terus meningkat. Salahsatu solusi memperbaiki, memulihkan dan meningkatkan produktifitas lahan alang-alang adalah melalui aplikasi pemberian input dan teknologi tertentu yang dapat memberikan pengaruh terhadap perbaikan sifat fisika, kimia dan biologi tanah.
Penggunaan mulsa alang-alang, pupuk kandang dan batuan fosfat relatif
tidak memerlukan biaya yang besar dan secara teknis dapat diterima serta
diterapkan dilapangan. Bahannya dengan mudah dapat tersedia tidak hanya untuk kondisi sekarang tetapi juga untuk jangka lama. Penggunnan mulsa pada permukaan tanah dapat memperbaiki sifat fisika tanah. Sejalan dengan itu, pupuk kandang juga merupakan sumber bahan organik dan berfungsi memperbaiki kesuburan sifat fisika tanah serta dapat menambah daya ikat tanah terhadap unsur hara dan air. Batuan fosfat selain memiliki kandungan unsur fosfor dan unsur mikro lainnya, juga secara tidak langsung pemupukan batuan fosfat menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap pori drainase cepat dan lambat, kadar air pada kapasitas lapang, air tersedia serta permeabilitas tanah. Perubahan sifat fisika tanah akan berdampak terhadap meningkatnya produktifitas lahan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pengembalian
alang-alang scbagai mulsa, pemberian pupuk kandang dan batuan fosfat terhadap perubahan beberapa sifat fisika tanah dan hasil jagung serta menentukan dosis pupuk kandang dan batuan fosfat yang tepat untuk dapat meningkatkan dan mempertahankan produktifitas lahan pada setiap perlakuan alang-alang.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanah Kambisol Eutrik mulai bulan Oktober 2001 sampai dengan bulan Januari 2002 di lahan petani transmigran Jaboi, Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri atas tiga faktor yaitu pengembalian alang-alang scbagai mulsa terdiri dari dua taraf (tanpa pengembalian alang-alang dan pengembalian alang-alang scbagai mulsa), pemberian pupuk kandang dengan tiga taraf (0, I5 dan 30 ton ha') dan pemberiaan batuan fosfat dengan empat taraf (0, 0.5, 1,0. dan 1,5 ton ha'). Adapun peubah respon yang diamati adalah tinggi tanaman jagung (umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam), beberapa sifat fisika tanah (suhu, berat volume, ketahanan penetrasi, total porositas, permeabilitas, kadar air tersedia, pori drainase lambat dan cepat, indeks stabilitas agregat serta infiltrasi), dan hasil jagung (bobot kering tanaman, bobot kering pipilan dan bobot 1.000,- bijj)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam (HST) dipengaruhi sangat nyata oleh pengembalian alang-alang sebagai mulsa, sedangkan tinggi tanaman pada umur
drainase lambat pada kedalaman O - 20 cm adalah dari 5,07 % volume menjadi
9,06 % volume, untuk indeks stabilitas agregat pada kedalaman 20 -- 40 cm adalah
dari 40,08 menjadi 41,59 dan untuk total porositas tanah pada kedalaman 10--20 cm adalah dari 51,89 % menjadi 55,47 %.
Total porositas tanah pada kedalaman 0- 10 cm tertinggi ditemui pada perlakuan pengembalian alang-alang scbagai mulsa, pemberian pupuk kandang dengan dosis 30 t ha'' dan tanpa batuan fosfat yaitu 60,75 %, terendah ditemui pada perlakuan kontrol adalah 54,53 %.
Pori drainase cepat pada kedalaman 20 -- 40 cm tertinggi ditemui pada perlakuan pengembalian alang-alang sebagai mulsa, tanpa pemberian pupuk kandang (0 t ha') dan pemberian batuan fosfat dengan dosis 1,5 t h
a' yaitu 10,48 % volume, terendah ditemui pada perlakuan tanpa
pengembalian alang-alang sebagai mulsa, pemberian pupuk kandang dengan dosis
15 t ha' dan tanpa pemberian batuan fosfat yaitu 2,42 % volume, sedangkan pada
perlakuan kontrol adalah 6, 70 % volume.
Bobot kering tanaman terberat yaitu 22,85 gram/batang dan bobot kering pipilan jagung terberat yaitu 7,66 Kg/plot dijumpai pada kombinasi perlakuan
pengembalian alang-alang sebagai mulsa, pemberian pupuk kandang dengan dosis
30 t ha' dan batuan fosfat dengan dosis 1,0 t ha'. Namun bobot 1000 biji pipilan terberat yaitu 248,98 gram dijumpai pada kombinasi perlakuan tanpa alang-alang
tetapi kenaikannya sangat ditentukan oleh penambahan pupuk kandang dengan
dosis 30 t ha' dan batuan fosfat dengan dosis 0,5 t ha".
Pemanfaatan kembali alang-alang sebagai mulsa dan penggunaan pupuk
kandang serta batuan fosfat sangat dianjurkan untuk pengelolaan tanah dalam
meningkatkan hasil jagung dan memperbaiki beberapa sifat fisika tanah.
Pengembalian alang-alang scbagai mulsa, pemberian pupuk kandang
dengan dosis 30 t ha' dan batuan dengan dosis I,0 t ha' merupakan dosis yang \
dapat dianjurkan sebagai upaya untuk mempertahankan dan memperbaiki
beberapa sifat fisika tanah dan meningkatkan basil jagung terutama pada lahan di sekitar lokasi penelitian.
Tidak Tersedia Deskripsi
REHABILITASI LAHAN ALANG-ALANG DENGAN PENGEMBALIAN ALANG-ALANG SEBAGAI MULSA, PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN BATUAN FOSFAT TERHADAP PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH DAN HASIL JAGUNG (Asrin, 2025)
AMELIORASI ULTISOL YANG BERVEGETASI ALANG-ALANG TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH DAN HASIL JAGUNG (Zulkifli, 2025)
SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH SERTA PRODUKSI BERBAGAI JENIS RUMPUT YANG DITANAM PADA LAHAN DATAR DAN BERLERENG (M. Nazar, 2019)
RESPON TANAMAN JAGUNG DAN PERUBAHAN SIFAT-SIFAT FISIKA AKIBAT PERLAKUAN ALANG-ALANG DAN PUPUK ORGANIK PADA ULTISOL (Kastabuna, 2025)
PERBANDINGAN KEMAMPUAN RUMPUT PAIT (AXONOPUS COMPRESSUS) DAN RUMPUT ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) SEBAGAI PENGENDALI EROSI PADA TANAH ORDO ULTISOLS (Safriani, 2017)