EVALUASI INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN DAN ALTERNATIF PENGGUNAAN LAHAN PADA SUB DAS KRUENG TRIPA BAGIAN HULU KABUPATEN GAYO LUES | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

EVALUASI INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN DAN ALTERNATIF PENGGUNAAN LAHAN PADA SUB DAS KRUENG TRIPA BAGIAN HULU KABUPATEN GAYO LUES


Pengarang

Abdul Latif - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0192040002

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Magister Konservasi Sumberdaya Lahan., 2004

Bahasa

Indonesia

No Classification

333.731 3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Konsep pembangunan yang berkelanjutan (Sustanable development) pada hakikatnya adalah upaya pengelolaan sumberdaya lahan yang optimal, apabila sumberdaya tersebut itdak dikelola secara baik dan bijaksana akan menimbulkan masalah-masalah seperti terbentuknya lahan-lahan kritis, banjir di musim hujan, kekeringan di musim kemarau, pencemaran air dan pendangkalan bangunan­ bangunan air.
Daerah Aliran Sungai ( DAS) mempunyai karakteristik yang spesifilk serta berkaitan erat dengan unsur utamanya sepert jenis tanah, tataguna lahan, topografi, kemiringan dan panjang lereng Faktor-faktor yang berpengaruh dalam menentukan system hidrologi antara lain tata guna lahan, kekeringan dan panjang lereng dapat direkayasa oleh manusia Peranan vegetasi sangat penting artinya karena kemungkinan intervensi manusia terhadap unsur tersebut amat besar Kebutuhan akan lahan semakin meningkat sementara jumlah Lahan khususnya lahan hutan tidak bertambah luasnya malah cenderung berkurang
Penelitian ini dlakukan di Sub DAS Krueng Tanpa Bagian Hulu Kabupaten Gayo Lues. Sub DAS Krueng Tanpa bagian hulu sangat strategis letaknya yang melintasi dua kabupaten (Gayo Lues dan Nagan Raya) dan termasuk kedalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang merupakan paru-paru dunia, Sub DAS Krueng Tripa bagian hulu Kabupaten Gayo Lues selama ini kurang baik indeks kualitas lingkungannya terutama bagian akhirnya yang terletak di Kabupaten Nagan Raya. dimana pada musim hujan tingkat fluktuasi debit meningkat tajam ini diduga bahwa pengunaan Lahan dan penutupan vegetasi pada daerah tersebut tidak mampu mendukung indeks kualitas lingkungannya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kualitas lingkungan pada Sub DAS Krueng Tripa bagian hulu Kabupaten Gayo Lues serta menentukan alternatif pengunaan lahan yang ideal berdasarkan kondisi Indek Kualitas Lingkungan pada Sub DAS Krueng Tripa Bagian Hulu Kabupaten Gayo Lues Hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan dan perencanaan bagi pemerintah dalam pengelolaan DAS yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan serta sebagai bahan peneliti lainnya dimasa yang akan datang Aspek - aspek yang dikaji dalam penelitian ini adalah kondisi biofisik dan non biofisik serta alternatif penggunaan lahannya Penelitian ini dilakukan dalam lima tahapan yaitu (I) mengidentifikasi Sub DAS dan penggunaan lahannya, (2) mengkaji kondisi lingkungan Sub DAS, (3) pembahasan hasil penelitian (4) menetapkan beberapa alternatif penggunaan lahan, dan (5) penarikan kesimpulan dan saran.
Hasil penelitian menunjukkan ba wa debit sedimen yang diangkut mulai bulan Mei 2002 sampai dengan bulan Juni 2003. adalah sebesar 6,97 ton/ ha/ tahun Nilia parameter biofisik dan non biofisik yang digunakan untuk menghitung Indek Kualitas DAS diuraikan berikut. Perhitungan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sebesar 0.,69 dengan skor 5 (ringan), Sediment Denvery Ratio (SDR) 0,20 mg liter dengan 5 skor (sangat rendah), dan rasio besarnya debit mak strum dan debit minimum atau Tingkat Fluktuasi Debit (TFD) sebesat 24 dengan skor 4 (agyak merata) Pertuitungan Persentase Rumah Tangga Petani (PRP) y mempunyai nilai 50 - 59 dengan skor 4 (baik), Tingkat Kepadatan Penduduk (TKP) adalah < 70 dengan skor (sangat jarang), Laju Pertumbuhan Penduduk (LPPy sebesat < 0,95 dengan skor 5 P (sangat rendah),
nilai Pendapatan Kapita (PP) sebesar 284 .500 - 1 000 000 dengan skor 4 (tinggi), dan nilai Persentase Buta Huruf (PBH) sebesar < 25,0 dengan skor 5 (sangat rendah) Berdasarkan kondisi biofisik (TBE, IFD, SDR) Man non biofisik (PRP, TKp LP_PP Man PBH) terhadap kualitas linkungan DAS Krueng Tripa Bagian Hulu kabupaten Gayo Lues, diperoleh lndek Kualitas Lingkungan (IKL) Sub DAS Krueng Tripa adalah 4,6 dibulatkan menjadi 5 Merujuk tabel interpretasi maka strategy Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah jangak I0 tahun kedepan adalah Memperkenankan degradasi lanjutan sampai batas kemampuan Lahan Sedangkan program kerjanya adalah tidak ada kerja Rehabilitasi Lahan dan Nonservasi Tanah pada daerah Sub DAS Krueng Tnipa bagian hulu Kabupaten Gayo Lues untuk jangka waktu IO tahun kedepan Metoda Analytical Herachy Process (AHP) merupakan metoda yang cukup tepat untuk mengukur keinginan pemangku kepentigan (stale holders) dalam pemberian bobot secara kuantitatif atas tujuan-tujuan pengelolaan DAS Menurut persepsi pemangku kepentingan (stakeholders) teraturnya tata air merupakan tujuan yang memperoleh bobot tertiggi (0.39) Untuk menjaga kondisi kualitas Sub DAS Krueng Tripa bagian hulu Kabupaten Gayo Lues dimasa yang akan datang maka alteratif penggunaan lahan yang diusulkan adalah luas hutan 06 537 ha (62,74% dan luas total (488 571 ha). hutan sejenis 84 996 ha (17,39%), kebun campuran (6,55%, kebun rakyat (5,51%), sawal (3,75%. tegakan (2,51%1, belukar (1,02%) dan perk.ampungan (0,51% sdangkan untuk penggunaan lainnya 0,02% Untuk menjawab berbagai alternatif yang diusulkan, perlu dilakukan penelitian lanjutan, dengan memasukkan faktor penyerapan tenaga kerja di dalam tujuan sebagai tujuan sosial ekonomi di dalam pengelolaan DAS Untuk memperoleh hasil yang akurat tentang alteratif pengunaan lahan diperlukan informasi berupa tipe vegetasi hutan, jenis hutan, penyebaran pohon dan potensi hutan, pengunaan lahan lainnya maka perlu dilakukan Inventarisasi Hutan pada daerah tersebut

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK