PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI I BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI I BANDA ACEH


Pengarang

Halimatussakdiah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0609200050024

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pendidikan., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.201 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan merupakan pendidikan yang memberikan keahlian professional yang memadukan secara sistematik program pendidlikan sekolah dengan program kegiatan praktik di DUDI yang dilakukan secara terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian professional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan kepala sekolah dalam perencanaan program, pelaksanaan, pengawasan, dan faktor pengbambat kegiatan prakerin pada SMKN I Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, waka humas, waka kurikulum, ketua jurusan, guru pembimbing dan pihak DUDI. Alat pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pegolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perencanaan program prakerin yang clilakukan pihak sekolah dengan DUDI masih lemah terutama dalam hal: pemilihan DUDI, penjajakan DUDI, seleksi DUDI, (2) pelaksanaa.n prakerin di DUDI perlu ditingkatkan lagi terutama dalam hal sosialisasi dan koordinasi antara siswa, kepala sekolah, DUDI dan guru pembimbing demi kesuksesan program prakerin. (3) pengawasan prakerin yang dilakukan oleh Tim monitoring terhadap kegiatan prakerin siswa di DUDI masih lemah, terutama kunjungan ke DUDI, hal ini perlu perhatian khusus dari kepala sekolah untuk menindaklanjutinya. (4) Faktor penghambat prakerin adalah ketidaksesuaian kurikulum dengan DUDI, anggaran untuk kegiatan prakerin sangat minim, sarana yang ada belwn memadai, ketrampilan siswa da1am kompetensi produktif masih kurang, DUDI tidak memberikan seluruh kompetensi produktifyang diperlukan siswa sebagai bekal untuk mempersiapkan uji kompetensi.



Kata kunci : Pemberdayaan dan Praktik Kerja Industri

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK