EVALUASI FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK (STUDI KASUS PADA SATKER BRR - INFRASTRUKTUR WILAYAH IL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

EVALUASI FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK (STUDI KASUS PADA SATKER BRR - INFRASTRUKTUR WILAYAH IL)


Pengarang

Hanirwansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0309200060029

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keterlambatan pelaksanaan proyek umumnya selalu menimbulkan akibat yang merugikan baik bagi pemilik maupun kontraktor, karena dampak keterlambatan adalah konflik dan perdebatan tentang apa dan siape yang menjadi penyebab, juga tuntutan waktu dan biaya tambah. Beberapa paket pekerjaan pada Satker BRR Infrastruktur Wilayah Il juga mengalami keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi selakigus mengevaluasi jumlah dan penyebab keterlambatan pekerjaan pada proyek Satuan Kerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur Wilayah II beserta proses penyelesaiannya. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari data-data format pantau paket-paket pekerjaan tahun anggaran 2006 yang diperlihatkan pada Lampiran B.I sampai dengan tahun anggaran 2007 status sampai dengan 3I Desember 2007 di bawah Satuan Kerja Infrastruktur Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur Wilayah IL. Dari hasil analisis terhadap jumlah paket pekerjaan untuk kategori paket pekerjaan bangunan fasilitas umum ada 8 paket, infrastruktur drainase ada 2 paket, infrastruktur sungai ada I2 paket, infrastruktur pantai ada paket dan infrastruktur jalan ada
l paket, dengan seluruh nilai kontrak paket pekerjaan untuk wilayah kerja ini adalah Rpl18.751,969.000,- Dari hasil analisis terhadap penyelesaian paket pekerjaan, 50% paket pekerjaan bangunan fasilitas umum diselesaikan dengan tepat pada waktunya dan 50% lagi diselesaikan dengan perjanjian waktu kontrak addendum. Untuk infrastruktur drainase dan sungai seluruhnya diselesaikan dengan perjanjian waktu kontrak addendum (perpanjangan waktu). Untuk infrastruktur pantai 33,33% paket pekerjaan ini diselesaikan dengan tepat pada
waktunya dan 66,66% lagi diselesaikan dengan perjanjian waktu kontrak addendum pertambahan waktu. Untuk infrastruktur jalan 45,45% paket pekerjaan ini diselesaikan dengan tepat pada waktunya dan sisanya 54,54% lagi diselesaikan dengan perjanjian waktu kontrak addendum pertambahan waktu. Penyebab pertambahan waktu pekerjaan disebabkan karena adanya pertambahan volume pekerjaan dan adanya perubahan desain pekerjaan. Penyebab keterlambatan pekerjaan ini masuk ke dalam penyebab kategori compensable delay, yaitu keterlambatan yang layak mendapatkan ganti rugi, berupa addendum pertambahan waktu, volume dan harga pekerjaan.

Kata kunci : Keterlambatan, proyek infrastuktur

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK