<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156189">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN BIOPLASTIK SELULOSA DARI AMPAS KELAPA BERIKATAN SILANG PEGDE SEBAGAI PENGEMAS MAKANAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Aqshal Ansari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA - Kimia</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengemas makanan sintetik bersumber dari bahan tak terbarukan yang sulit terdegradasi serta berpotensi mencemari lingkungan. Isolasi selulosa dari ampas kelapa dilakukan pada penelitian ini untuk menciptakan alternatif yang ramah lingkungan. Selulosa dihasilkan melalui proses isolasi dengan metode kimia. Selulosa kemudian dijadikan bahan baku untuk menghasilkan bioplastik selulosa (S), kemudian dimodifikasi dengan menambahkan pengikat silang PEGDE agar sifatnya sebagai pengemas makanan menjadi lebih baik. Selulosa yang diikat silang dengan 0,15 g PEGDE (SP-0,15) menghasilkan bioplastik optimum dengan nilai kuat tarik tertinggi. Hasil uji FTIR menunjukkan selulosa telah berhasil diisolasi dengan menunjukkan puncak-puncak khas gugus fungsi selulosa, kemudian ikat silang telah berhasil dibentuk dengan meningkatnya intensitas serapan pada gugus eter. Penambahan PEGDE sebanyak 0,15 g meningkatkan sifat kristalin dengan indeks kristalinitas sebesar 12,61% yang ditunjukkan pada hasil uji XRD. Bioplastik SP-0,15 juga menunjukkan sifat stabilitas termal paling baik melalui uji TGA. PEGDE yang ditambahkan pada konsentrasi 0,15 g sebagai pengikat silang membuat bioplastik menjadi lebih sulit terdegradasi dibandingkan dengan tanpa pengikat silang. Hasil pengujian organoleptik pada buah anggur yang dikemas bioplastik S, bioplastik SP-0,15, dan plastik wrap komersial (pembanding) yang diperoleh adalah plastik wrap masih menjadi yang paling baik untuk melindungi sifat fisik buah anggur selama 15 hari, namun penambahan ikat silang memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan bioplastik tanpa ikat silang.  &#13;
&#13;
Kata kunci: Selulosa, bioplastik, ampas kelapa, PEGDE, ikat silang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156189</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-21 11:34:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-21 15:06:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>