PENGARUH KESENJANGAN INVESTASI DAN TABUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH KESENJANGAN INVESTASI DAN TABUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA


Pengarang

Teuku Edlinsyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1009200010046

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Megister Ilmu Ekonomi., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan ekonomi di suatu negara dikendalikan oleh kekuatan­ kekuatan modal berasal dari investasi asing dan pengeluaran pemerintah beserta konsumsi masyarakat. Namun dikebanyakan negara berkembang. penanaman modal asing (PMA) dan ketersediaan modal dalam negeri dalam bentuk tabungan dalam negeri (TAB) memiliki hubungan saling menggantikan (substitusi) akibat dari sektor yang dikelola oleh modal asing yang tidak mendukung sektor riil dalam struktur perekonomian setempat. Berdasarkan hal tersebut maka peru kiranya dilakukan pengkajian tentang bagaimana pengaruh kesenjangan PMA danr TAB terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dari hasil analisa regresi menggunakan metode OLS, terlihat bahwa penanaman modal asing (MA) berarti berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien sebesar 0.04, artinya setiap kenaikan 1% penanaman modal asing, pertumbuhan ekonomi akan naik sebesar 0.04%. Dan tabungan domestik (TAB) juga memiliki nilai koefisien positif sebesar 0.06, artinya setiap kenaikan 1% TAB. pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar
0.06%. Koefisien DCRIS memiliki nilai koefisien negatif sebesar -2.760, artinya jika TAB lebih besar dari PMA, pertumbuhan ekonomi akan turun sebesar 2.7%.
Dampak positif PMA terhadap PDB juga dapat terwujud jika terjadi transfer pengetahuan dan teknologi dimana modal pengetahuan dan teknologi sepatutnya merupakan karakteristik dari perusahaan asing. Dengan asumsi bahwa perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia memiliki teknologi yang lebih unggul daripada teknologi yang dimiliki oleh perusahaan nasional di Indonesia, unsur-unsur teknologi tersebut sepatutnya dapat memungkink.an perusahaan nasional Indonesia untuk mengadopsinya. Keadaan yang akan menghambat transfer teknologi ini adalah keengganan dari perusahaan dengan PMA iri sendiri yang umumnya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memonopoli sektor-sektor strategis untuk keuntungan perusahaannya

Kata Kunci : PMA, TAB, Pertumbuhan Ekonomi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK