PERSEPSI APARATUR PEMERINTAH TERHADAP OTONOMI DAERAH (STUDI KASUS PADA SEKRETARIAT DAERAH ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERSEPSI APARATUR PEMERINTAH TERHADAP OTONOMI DAERAH (STUDI KASUS PADA SEKRETARIAT DAERAH ACEH)


Pengarang

Hafidh Mahmud - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0809200020153

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen (S2) / PDDIKTI : 61101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Manajemen., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pada kenyataannya, otonomi daerah itu sendiri tidal bisa diserahkan begitu saja pada pemerintah daemah. Selain diatur dalam perundang-undangan, pemerintah pusat juga harus mcngawasi keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah. Apakah sudah sesuai dengan tujuan nasional, yaitu pemerataan pembangunan di selruh wilayah Republik Indonesia yang berdasar pada sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi sluruh rakyat Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perepsi aparatur pemerintah terhadap otonomi daerah berupa analisis kebutuhan, kemamnpuan aparatur pemerintah dan organisasi dan manajcmen terhadap kinerja aparatur di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh.
Koefesien korelasi (R) 0,850, artinya hubungan antara variabel independen (otonomi daerah berupa analisis kebutuhan, kemampuan aparatur pemerintah serta organisasi dan manajemen) dengan variabel dependen (kinerja aparatur) adalah 5,0 %, artinya bahwa otonomi daerah berupa analisis kebutuhan, kemampuan aparatur pemerintah serta organisasi dan manajemen berhubungan dalam meningkatkan kinerja aparatur di Lingkungan Sekretariat Daerah Aceh
Hasil pengujian dengan mengunakan analisis regresi linier berganda diperoteh R (nilai koefisien determinasi) sebesar 0,60, hal ini menjelaskan bahwa variabel kinerja aparatur (Y) dipengaruhi oleh variabel perepsi otonomi daerah berupa analisis kebutuhan (X) kemampuan aparatur pemerintah (X,) organisasi dan manajemen (X) sebesar 69,0 %, selebihnya 1,0 % dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak dirumuskan dalam penelitian ini
Hasil uji-F (secara simultan) dipeoleh 4,380 dengan nilai Fa sebesar 2,3053 atau (4,380 > 2,3053) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Artinya bahwa otonomi daerah berupa analisis kebutuhan, kemampuan aparatur, serta organisasi dan manajemen berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja aparatur di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh, dan dari hasil tersebut maka Ho ditolak dan H, diterima

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK