FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH (STUDI KASUS DI KECAMATAN SILIH NARA, PEGASING, DAN BIES) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH (STUDI KASUS DI KECAMATAN SILIH NARA, PEGASING, DAN BIES)


Pengarang

Masri Ramadhan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1009200010021

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.173 73

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penehitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menmpengaruhi produksi kopi, menganalisis perbandingan pendapatan rata-rata dan melihat tingkat kelayak.an usahatani kopi di Kecamnatan Silih Nara Pegasing dan Bies di Kabupaten Aceh Tengah.
Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari petani melalui wawancara langsung. dengan jumlah sampel sebanyak 104 orang yang terbagi di ketiga kccaratan. Adapun besarnya faktor-faktor yang mempengaruhi tingk.at produksi usahatani kopi dilakukan dengan analisis regresi berganda dengan model fungsi Coob-Douglas dengan metode OLS (Ordinary Least Square). Hasil estimasi model regresi di Kecamatan Silih Nara koefisiennya menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, dan penggunaan pupuk berpengaruh
positif dan signifikan terhadap produksi kopi, sedangkan pengalaman kerja berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap produksi kopi. Di Kecamatan Pegasing hasil estimasi dari model menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja dan penggunaan pupuk berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kopi, sedangkan pengalaman kerja berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap produksi kopi. Dan di Kecamatan Bies, hasil estimasi menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk dan pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kopi. Sedangkan untuk total di ketiga kecamatan, hasil estimasinya menunjukkan bahwa luas lahan, tcnaga kerja, penggunaan pupuk dan pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi kopi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan dan tingkat kelayakan usahatani kopi di Kecamatan Silih Nara lebih besar dibandingkan dengan Keeamatan Pegasing dan Bies. Sedangkan milai elastisitas produksi yang tertinggi adalah pada Kecamatan Pegasing sebesar 1.3, diikuti Kecamatan Silih Nara sebesar 1.26, Kecamatan Bies sebesar ,I4 dan total diketiga kecamatan scbesar 128. Ini berarti bahwa secara umum usahatani kopi di ketiga Keamatan terdapat dalam skala Increasing Return To Scale, yang artinya bahwa proporsi penambahan factorproduksi (input) akan menghasilkan tambahan produksi (output) dengan proporsi yang lebih besar.

Kata kunci : Luas Lahan, Tenaga Kerja, Penggunaan Pupuk, Pengalaman Kerja,
pendapatan Petani dan tingkat kelayakan Usahatani Kopi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK