<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156003">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SEMIOTIKA PESAN MORAL PADA FILM MIRACLE IN CELL NO. 7</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Rais Syahizinda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia dengan menggunakan pendekatan teori semiotika Roland Barthes. Film ini dipilih karena mengandung narasi emosional yang kuat antara seorang ayah yang menyandang disabilitas intelektual dan putrinya, serta memuat pesan moral yang relevan dengan realitas sosial, seperti nilai kasih sayang, kejujuran, pengorbanan, dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Data dikumpulkan dari sejumlah adegan film yang dianalisis berdasarkan makna denotasi, makna denotasi, serta makna mitos yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini juga menelaah aspek sinematografi, simbolisme budaya, serta nilai-nilai moral berdasarkan perspektif Burhan Nurgiyantoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menggunakan banyak simbol visual untuk membangun pesan moral dan menyampaikan kritik sosial. Gestur sederhana seperti pelukan, lambaian tangan, tepuk tangan, hingga ekspresi wajah sarat dengan makna emosional dan budaya. Selain itu, film ini juga menjadi media reflektif terhadap isu-isu sosial seperti fenomena fatherless, keterbatasan difabel, dan pentingnya relasi emosional dalam keluarga. Kesimpulannya, film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia tidak hanya menyajikan kisah dramatis, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai moral dan kemanusiaan melalui lapisan-lapisan makna yang kompleks. Film ini layak dijadikan objek kajian akademik dalam ranah ilmu komunikasi.&#13;
 &#13;
Kata kunci: Semiotika Roland Barthes, film, pesan moral, denotasi, konotasi, mitos, Miracle in Cell No 7</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SEMIOTICS - LINGUISTICS</topic>
 </subject>
 <classification>401.41</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156003</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-17 23:59:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-19 10:22:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>