ANALISIS PERBANDINGAN RISIKO BIAYA ANTARA KONTRAK LUMPSUM DENGAN KONTRAK UNIT PRICE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS PERBANDINGAN RISIKO BIAYA ANTARA KONTRAK LUMPSUM DENGAN KONTRAK UNIT PRICE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)


Pengarang

T Fakhrurrazi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0509200060027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

692.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Setiap sanaan proyek konstruksi selalu tidak terlepas dari dua peluang yaitu adaya peluang memperoleh keuntungan dan risiko menderita kerugian. Segala usaha dilakukan oleh kontraktor sebagai penyedia jasa untuk dapat menghindari atau mengurangi risiko sehingga dapat di capai hasil yang efektif. Pemilihan dan pengunaan jenis kontrak dalam suatu proyek diharapkan memiliki nilai yang dapat diperkirakan bersifat positif, namun tidak tertutup kemungkinan memunculkan dampak negatif . Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner yang dibagi dalam dua tahap terhadap 5 kontraktor di Kabupaten Bireuen sebagai responden, tahap pertama untuk mendapatin perangingan peristiwa risiko dan tahap kedua untuk mendapatkan penilaian perbandingan terhadap peristiwa risiko. Data yang didapat kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hasil penerapan metode AHP ini di didapatkan perbandingan risiko biaya antara kontrak lumpsun, gabungan dan unit price. Hasil dari perbandingan risiko biaya tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi kontraktor dan owner dalam
pengambilan keputusan antara kontrak lumpsum, gabungan dan unit price. Berdasarkan hasil kuisioner didapat 6 peristiwa risiko yang dianggap dominan yang menyebabkan pembengkakan biaya pelaksanaan proyek yaitu kenaikan harga pasar, perubahan desain, perubahan ruang lingkup pekerjaan, adanya perbedaan site lapangan dengan yang tercantum dalam kontrak, pembayaran yang tidak tepat waktu dan perubahan spesifikasi material. Dengan menggunakan metode AHP maka perbandingan risiko berdasarkan jenis kontrak yang berkaitan dengan aspek biaya diperoleh bahwa proyek dengan kontrak lumpsum akan lebih tinggi risikonya menderita kerugian dibanding kontrak unit price. lni dapat dilihat dari nilai prioritas global yaitU dibandingkan dengan kontrak unit price

Kata kunci ; Risiko biaya, Lumpsum, unit price, AHP

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK