Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KAJIAN VARIAS SUHU PENCAMPURAN DAN PEMADATAN PADA BETON ASPAL MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55
Pengarang
Syarwan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0909200060045
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2011
Bahasa
Indonesia
No Classification
625.85
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Suhu pencampuran dan pemadatan sangat mempengaruhi karakteristik campuran beton aspal. Namun dalam pelaksanaan pekerjaan, sering suhu yang disyaratkan tidak tercapai, karena proses pengangkutan dani AMP ke lokasi pekerjaan yang jauh, proses antrian pada saat pelaksanaan dan pengaruh cuaca sehingga terjadi penurunan suhu Penurunan suhu ini menyebabkan berkurang ikatan antar butir dalam campuran beton aspal, sehingga kepadatannya tidak tercapai. Dari permasalahan di atas, maka diperlukan suatu penelitian terhadap pengaruh suhu terebut. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu pencampuran dan pemadatan terhadap parameter Marshall sehingga diketahui suhu pencampuran dan pemadatan yang tepat yang menghasilkan kualitas yang baik untuk campuran beton aspal menggunakan aspal Retona Blend 55 pada Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC). Suhu pecampuran dilakukanan dari variasi 150C, 160C, 170C dan 180C, sedangkan suhu pemadatan dilakukan dari variasi 70C, 90C, 110C, 130C 4an 150C. Kadar aspal optimum (KAO) yang diperoleh adalah 5,30% dan digunakan untuk variasi suhu pencampuran dan suhu pemadatan. Dari basil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemadatan sangat mempengaruhi parameter Marshall campuran beton aspal AC-BC. Suhu pemadatan yang masih memenuhi persyaratan untuk campuran beton aspal AC-BC adalah pada suhu 130C. 150C, sedangkan untuk suhu di bewah suhu 130C tidak memenuhi lagi persyaratan. Stabilitas tertinggi dicapai pada suhu pemadatan 150C dengan suhu pencampuran 160C sebesar 1089,76 kg dan durabilitas 81,63%. Untuk suhu pencampuran tidak terjadi pengaruh yang signifikan. Namun untuk pelaksanaan di lapangan, maka suhu pencampuran dianjurkan pada suhu di atas 160C, karena suhu pemadatan yang terbaik adalah poda suhu 150'C, sehingga dalam proses pengangkutan dan pelaksanaan tercapai suhu pemadatan yang diinginkan
Kata Kunci: Aspal Retona Blend 5S5, Beton Aspal AC-BC, Suhu Percampuran, uShu Pemadatan, Parameter Marshall
Tidak Tersedia Deskripsi
TINJAUAN PARAMETER MARSHALL TERHADAP BETON ASPAL DENGAN VARIASI SUHU PEMADATAN 140OC 150 OC DAN 160 OC MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55 (muksalmina, 2014)
PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN RETONA BLEND 55 DENGAN ADITIF PARUTAN BAN TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL (Yusri Zikigusfijar, 2024)
KINERJA ASPAL BETON DENGAN SUHU PENCAMPURAN DAN PEMADATAN BERDASARKAN SPESIFIKASI BINA MARGA DAN PENGUJIAN VISKOSITAS (Siti Mira Maulida, 2016)
TINJAUAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN VARIASI SUHU PENCAMPURAN DAN PEMADATAN MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55 (Reisya Mardhiah, 2024)
TINJAUAN PARAMETER MARSHALL TERHADAP BETON ASPAL BERDASARKAN HASIL KAO MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55 (Muhammad Fadhil, 2014)