<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155863">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA  PADA  SMA  NEGERI 4 KOTA  BANDA  ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Wardani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegiatan belajar  mengajar  IPA   yang efektif membutuhkan  laboratorium  IPA sebagai sarana penunjang. Untuk mendayagunakan laboratorium  IPA diperlukan sistem pengelolaan laboratorium yang mengatur segala aspek yang dimiliki seperti tenaga   pengelola,  kurikulum,  anggaran,  pengadministrasian alat  dan  bahan, pelaksanaan praktikum, serta pengawasannya. Pengelolaan laboratorium IPA  perlu  dikaji lebih mendalam agar dapat diaplikasikan secara tepat di sekolah. Tujuan  penelitian ini  adalah untuk memperoleh gambaran tentang: (I). Perencanaan, (2) Pengorganisasian,   (3).     Pelaksanaan,   dan    (4).   Pengawasan. Penelitian ini  menggunakan    metode   deskriptif   dengan    pendekatan    kualitatif,    Tekik pengumpulan  data   yang  dilakukan adalah  wawancara,  observasi,  dan  studi dokumentasi. Subjek  penelitian adalah  kepala  sekolah,  kepala laboratorium,  pengelola  laboratorium, laboran/teknisi, guru-guru IPA,  dan  peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  (1). Perencanaan  pengelolaan  laboratorium  IPA disusun setiap  awal  tahun ajaran oleh kepala sekolah, wakil  kepala sekolah, dan  seluruh   personil   pengelola   laboratorium.   Perencanaan mencakup perencanaan kegiatan,  kebutuhan tenaga pengelola, kebutuhan alat  dan bahan,  dan  penyusunan kebutuhan  anggaran, (2).   Pengorganisasian telah  disusun dan  berfungsi  dalam pelaksanaan  kegiatan   belajar  mengajar serta   pengelolaan   laboratorium  IPA. Pengorganisasian belum  efektif karena kurangnya tenaga laboran/teknisi khusus (3). Tahap pelaksanaan pada pengelolaan  laboratorium IPA  belum  efektif, karena kurangnya beberapa alat dan  bahan  praktikum,  kurangnya anggaran  operasional, dan  belum  tersedianya ruangan laboratorium  fisika,  dan  (4). Pengawasan terdiri dari  pengawasan  internal  dan   eksternal.  Pengawasan   internal   dilakukan oleh komponen internal sekolah (kepala sekolah, kepala  laboratorium,  gun-guru IPA, dan laboran/teknisi),  sedangkan pelaksanaan pengawasan eksternal oleh pengawas sekolah  dan   komite  sekolah  belum  berdampak optimal   terhadap   pengelolaan laboratorium IPA  karena kurangnya waktu.&#13;
&#13;
Kata  Kunci   :    Pengelolaan dan Laboratorium IPA&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155863</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-15 11:35:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-15 11:35:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>