<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155859">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS GARIS KEMISKINAN RUMAH TANGGA BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DI KOTA MEDAN PROPINSI SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hironymus ghodang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Garis kemiskinan  adalah nilai rupiah yang harus dikeluarkan seseorang  atau rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan  minimumnya,  baik itu kebutuhan hidup minimum makanan maupun kebutuhan bukan makanan. Untuk menentukan siapa saja yang   tergolong miskin  di  dalam suatu perekonomian,   maka  diperlukan garis&#13;
kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan garis kemiskinan rumah tangga dengan memperhatikan pendapatan rumah tangga, pembelanjaan rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, jenis  mata pencaharian,  aktivitas ekonomi kepala rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga.&#13;
        Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer basil wawancara dengan responden (kepala rumah tangga) dan data sekunder dengan menelaah berbagai publikasi laporan yang ada pada lembaga dan instansi pemerintah.  Mengukur garis kemiskinan dengan mengunakan konsep Extended Linear Expenditure System (LES) dimana jumlah anak dan tingkat pendidikan kepala keluarga sebagai faktor pembeda.&#13;
  Temuan dari penelitian adalah menurunnya garis kemiskinan sejalan dengan semakin        tingginya tingkat pendidikan kepala keluarga dan sebaliknya garis kemiskinan akan&#13;
menaik  dengan  rendahnya tingkat  pendidikan kepala   keluarga. Pembelanjaan makanan, pendidikan  dan transportasi merupakan  pembelanjaan  terbesar dari enam kelompok pembelanjaan dalam penelitian ini.&#13;
Implikasi dari hasil penelitian ini, Pemerintah diharapkan melakukan beberapa&#13;
kebijakan antara lain memberikan pelayanan pada sektor pendidikan yang gratis untuk pendidikan dasar dan menengah,  menjaga stabilnya harga kebutuhan pokok rumah.&#13;
    tangga  dan meminimumkan biaya transportasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>POVERTY - MACROECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>339.46</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155859</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-15 11:25:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-15 11:32:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>