ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Elfrida - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0709200010099

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketimpangan pendapatan bersih yang diterima pedagang sektor informal di Kota Banda Aceh berdasarkan jenis usaha dagang, mengetahui keunggulan lokasi (kuosien lokasi) ditinjau dari penyerapan tenaga kerja dan pendapatan bersih yang diterima pedagang sektor informal, serta mengetahui pengaruh modal clan tenaga kerja terhadap pendapatan pedagang sektor informal di Kota Banda Aceh.
Sampel penelitian sebanyak 89 orang pedagang sektor informal terdiri dari pedagang sayur, pakaian dan pedagang makanan yang diambil secara proporsional dari
tiga pasar meliputi Pasar Aceh, Peunayong dan Pasar Seutui. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner dan selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan indeks williamson, Location Quotion (LQ) dan regresi linier berganda.
Penelitian menemukan bahwa pendapatan pedagang sektor informal pada masing-masing jenis usaha dagang (sayur, pakaian dan makanan) di Kota Banda Aceh
relatif tidak merhiliki ketimpangan, ditunjukkan oleh indeks williamson untuk pendapatan pedagang sayur sebesar 0,00803 pendapatan pedagang pakaian dengan' indeks williamson scbesar 0,08606 dan pendapatan pedagang makanan dengan indeks williamson sebesar 0,02123. Dalam hal pendapatan pedagang sektor informal, Pasar Aceh memiliki peranan yang lebih besar khususnya untuk jenis usaha pakaian dan makanan. Hal iniditunjukkan oleh nilai LQ sebesar 1,053 untuk jenis usaha pakaian dan sebesar 1,015 untuk usaha makanan. Sedangkan untuk pasar Peunayong hanya memiliki peranan yang lebih besar untuk jenis usaha sayur/buah, dengan nilai LQ sebesar 1,113. Modal usaha dan tenaga kerja yang diukur berdasarkan hari orang kerja (HOK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang sektor informal di Kofa Banda Aceh. Kebijakan yang diperlukan adalah penambahan modal kerja dan jumlah jam kerja pedagang ditingkatkan.

Kata Kunci : Pedagang sektor informal, pendapatan bersih, modal usaha, Hari orang kerja (HOK), Indeks Williamson, Location Quotion (LQ).







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK