<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155627">
 <titleInfo>
  <title>STUDI ARAHAN KONSERVASI VEGETATIF DAN MEKANIS UNTUK MENANGGULANGI BANJIR KRUENG TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bobby Suriadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Latar  belakang penelitian ini disebabkan oleh Banjir di kawasan DAS (Daerah Aliran  Sungai)  Krueng Tamiang  Kabupaten  Aceh Taming  merupakan banjir tahunan yang  disebabkan oleh kombinasi faktor - faktor alam dan kegiatan manusia.&#13;
Tujuan  yang ingin di capai dari penelitian ini yaitu metode konservasi vegetatif dan mekanis dapat mengatasi permasalahan beanjir di Krueng Tamiang serta menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan  Kabupeten Aceh Tamiang.  Metodelogi penelitian yang dilakukan melalui s urv ei  lapangan  pada kawasan  yang teridentifikasi  banjir  sedangkan  tabulasi data dilakukan dengan analisis  GIS (System Information Geografis.), analisis hidrologi, analisis erosi sedimentasi  kesesuaian  lahan. Hasil  yang di peroleh yaitu sekitar 8.99.9l ha (1762% dari total luas DAS Krueng Tamiang) areal telah  mengalami alih fungsi yang perlu segera direhabilitasi  melalui  konservasi vegetatif.   Secara   konservasi mekanis terdapat 7 (tujuh) daerah   tampungan   yang  berpotensi sebagai  waduk   yang dapat mereduksi debit banjir rencana, antara lain daerah tampungan A. Putih 0.33  m/detik, Buluh  21.20 m'/detk.  Mangkeluah  0.20  m'/detilk,  Serl 57.7%  m'/detik,  Simpang Kini 74.46 m'/detik, Wih Simpang Kiri 0.I9  m'/detik.  Wih Tampur  14.99 m/detik berdasarkan  model   sampel  penelusuran banjir  rencana 25  tahunan.  Berdasarkan   hasil  penelusuran banjir  melalui  penggabungan arahan   konservasi   vegetatif dan  konservasi mekanis dapat  mereduksi pada 8 zone Kecamatan untuk debit benjir  rencana 25 tahunan. Hasil yang &#13;
 di  peroleh adalah zona Tamiang Hulu (0.37  m'/detik),  zona Kejurun  Mode (0.57  m'/detik), zona Bendahara (0.08 m'/detik),  zona Karang Bar (68.22  m'/detik.),  zona Kuala Simpang (22.61 m'/detilk),  zone Manyak  Payed (0.03   m'/detik),   zona   Ranta  (0.02   m'/detilo),   zona  Seruway  (24.45     m'/detik).  Kesimpulan dari penelitian ini  adalah metode konservasi secara vegetatif dan mekanis  dapat menjadi solusi  penanganan banjir  Krueng Tamiang bagi pemerintah Kabupaten AcehTaming&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci   :  DAS, Banjir, konservasi Vegetatif Dan Mekanis&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155627</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-08 12:16:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-08 12:16:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>