STUDI PENGARUH INTERSEPSI HUJAN OLEH PERKEBUNAN KOPI ARABIKA TERHADAP PENGELOLAAN DAS PAYA BENER (STUDI KASUS KEBUTUHAN AIR MINUM KOTA TAKENGON) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

STUDI PENGARUH INTERSEPSI HUJAN OLEH PERKEBUNAN KOPI ARABIKA TERHADAP PENGELOLAAN DAS PAYA BENER (STUDI KASUS KEBUTUHAN AIR MINUM KOTA TAKENGON)


Pengarang

Reza Benara - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0909200060036

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

lntersepsi hujan oleh tanaman adalah proses tertahannya air hujan pad.a permukaan tanaman yang kemudian diuapkan kembali ke atmosfer. Air bujan yang jatuh diatas tanamnan tidak langsung sampai ke permulaan tanah untuk berubah menjadi aliran permukaan (suface run off), tetapi untuk sementara air hujan akan ditampung oleh tajuk atau kanopi, batang dan cabang tanaman. Setelah tempat-tempat tersebut jenuh air, air hujan akan sampai ke permukaan tanah melalui air lolos (throughfall dan aliran batang (stemflow). Dalam analisis keseimbangan air, intersepsi diperlakukan sebagai kehilangan air (rainfall interception loss). Tujuan studi ini adalah menganalisis pengaruh intersepsi hujan oleh perkebunan Kopi Arabika (Coffea arabica) terhadap pengelolaan DAS Paya Bener. Perkebunan Kopi adalah tanaman yang dominan pads DAS waduk yang pertambahan cuk up pesat. Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh tengah berencana akan membangun waduk pada DAS Paya Bener. Waduk ini direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi penduduk di Kota Takengon. Dari hasil perhitungan kapasitas produksi tampugan waduk dengan asumsi pola tata guna lahan DAS Paya Bener adalah daerah perkebunan Kopi Arabika dapat memenuhi kebutuhan air bersih dengan proyeksi pertambahan penduduk sampai tahun 2015 .Tanaman Kopi Arabika memiliki batas ketinggian untuk dapat bertahan hidup yaitu antara 700 1700 m dari permukaan laut. Berdasarkan topografi DAS, aumsi bahwa pola tata guna lahan hanya perkebunan Kopi Arabika tidal sesuai arena Tanaman Kopi Arabika tidak dapat hidup pada ketinggian antara 1700 ­- 2000 m dari permukaan laut. Untuk memaksimalkan kemampuan waduk dan hasil produksi dalam mewujudkan pengelolaan DAS yang berdasarkan prinsip kelestarian sumberdaya (resources sustainability), maka pola tata guna lahan pad.a DAS Paya Bener direncanakan dengan mengkombinasikan antara perkebunan Kopi Arabika dengan TVanaman Pinus (/'inus merkusin). Dari hasil perhitungan kapasitas produksi tampungan waduk dengan asumsi pola tata guna lahan DAS Paya Bener adalah daerah perkebunan opi Arabika dan Tanaman Pinus dapat memenuhi kebutuhan air bersih dengan proyeksi pertambahan penduduk sampai tahun 2024.


Kata kunci : intersepsi Hujan pengelolaan DAS, kebutuhan air minum

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK