Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS PERMINTAAN INPUT DAN PENETAPAN HARGA : PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA MON PASE LHOKSEUMAWE
Pengarang
ABD. Jamal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
96120002
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Megister Ilmu Ekonomi., 1998
Bahasa
Indonesia
No Classification
338.52
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elastisitas pennintaan input terhadap harga, skala produksi dan penetapan harga air bersih pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Mon Pase Lhokseumawe.
Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari perusahaan
yang dimaksud. Untuk menguji hipotesis, digunakan model ekonometrika yang berhubungan dengan variabel-variabel yang diteliti, dan diproses dengan metode kuadrat terkecil (ordinary least square, OLS). Variabel-variabel yang digunakan adalah biaya sebagai variabel terikat, sedangkan air bersih (output), tenaga kerja, bahan kimia, oli dan bahan bakar, energi listrik, serta input air sebagai variabel bebas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan input terhadap harga sendiri semuanya inelastis dan bertanda negatif. Tenaga kerja merupakan input yang permintaannya paling inelastis, dengan koefisien elastisitas sebesar -0,64126. Sedangkan permintaan terhadap input air paling kurang inelastis dengan koefisien sebesar -0,94097. Ini berarti penggunaan input air relatif intensif.
Produksi air bersih yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Mon Pase Lhokseumawe, dengan input yang ada, telah mencapai tingkat yang optimal dengan skala yang ekonomis, dan perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Tingkat homogenitas fungsi produksinya adalah 6,66 yang berarti skala hasil yang meningkat. Selanjutnya, penetapan harga air bersih tidak dapat dilakukan pada "marginal cost pricing". Pada posisi ini perusahaan akan merugi, karena biaya rata-rata lebih tinggi daripada harga air bersih. Tanpa diskriminasi, posisi penetapan harga yang dapat memberikan keuntungan maksimum adalah pada Rp 419,05 dengan tingkat produksi sebesar 41.921,03 m'3.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS KINERJA PELAYANAN AIR BERSIH DAN KEPUASAN PELANGGAN PADA PDAM TIRTA MON PASE CABANG LHOKSEUMAWE (MUZAKKAR, 2025)
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA BENGI DI KABUPATEN BENER MERIAH (Meurah Maman Firmansyah, 2024)
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA MON PASE KABUPATEN ACEH UTARA (Herri Affandi, 2017)
SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN KARYAWAN PADA PDAM TIRTA DAROY KOTA BANDA ACEH (RIZAL FAHLEVI, 2017)
PERUBAHAN BENTUK BADAN HUKUM DARI PERUSAHAAN DAERAH MENJADI PERUSAHAAN UMUM DAERAH (SUATU PENELITIAN PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA DAROY KOTA BANDA ACEH) (M. SYAUQAN HIRZI, 2024)