<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155515">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UANG PRIMER DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fakhrurrazi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang dapat mempengaruhi uang primer di Indonesia. Ruang lingkup penelitian ini adalah  membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi uang primer di Indonesia yang  meliputi antara lain, faktor luar negeri dan faktor dalam negeri. Faktor luar negeri adalah Aktiva Luar Negeri Bersih diperoleh dari neraca pembayaran yaitu dari selisih  angka aktiva luar negeri (foreign assets) dengan passiva luar negeri. Sedangkan faktor  dalam negeri terdiri dari Tagihan Bersih Sektor Pemerintah dan Tagihan Sektor Perbankan. Berdasarkan hasil penelitian dalam jangka panjang variabel Tagihan Sektor  Perbankan (TB) dan Aktiva Luar Negeri Bersih (AL.NB) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan jumlah uang primer di Indonesia  Akan tetapi hasil persamaan ECM, terdapat perbedaan hubungan jangka  panjang dan jangka pendek, dimana variabel tagihan sektor perbankan (TB) dalam  jangka panjang berpergaruh negatif, sedangkan hubungan jangka pendek berpengaruh positif terhadap peningkatan uang primer di Indonesia Oleh karena itu pemerintah  diharapkan untuk lebih fokus didalam mengontrol jumlah uang beredar dengan  mengendalikan jumlah uang primer sehingga laju inflasi dapat ditekan serendah  mungkin dalam upaya mengurangi dampak tingginya harga-harga di pasar. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155515</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-07 14:34:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-07 14:34:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>