<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155483">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI KARET POLA PIR DAN SRDP DIKABUPATEN INDRAGIRI HULU RIAU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini   bertujuan  untuk   mengetahui:    (1)   faktor-faktor yang mempengaruhi  pendapatan   petani   karet    pola   PIR   dan   SRDP  (2)  untuk mengetahui  apakah  terdapat perbedaan nyata  antara  pendapatan petani  karet peserta   PIR  dengan SRDP.   Untuk   mencapai   tujuan     tersebut    digunakan ukuran   sampel    sebanyak     100   petani   yang   dialokasikan   sama   rata   (50 responden petani peserta  PIR  dan 50 responden petani SRDP),   penentuannya menggunakan   metode    sample    rondom    sampling.    Metode    analisis  yang digunakan  yaitu  fungsi produksi Cobb-Douglas dan Chi Square.            ·&#13;
          Untuk mendapatkan elastisitas  estimasi  yang  Constant  Returns  to  Scale (CRTS) maka  dilakukan  dengan  cara di restriksi  (restrict), yaitu suatu batasan, dengan    cara    memanipulasi   besaran    koefisien,     karena    adanya    subsidi pemerintah terhadap input  yang digunakan.                                                     .&#13;
          Dari. hasil   penelitian  diperoleh   bahwa    faktor  produksi;  luas  lahan, tenaga  kerja,   penerapan  teknologi  pertanian,     pengalaman petani  dan  umur tanaman   berpengaruh  sangat     nyata     terhadap    pendapatan     petani  v karet peserta   PIR     dan     SRDP    pada   taraf  signifikan   90% dan  99%, dengan  . nilai  R-Square untuk   petani   peserta  PIR  dengan   cara  direstrict   0,920  dan dengan  cara  non  restrict sebesar  0,924.  Untuk  petani   peserta    SRDP   dengan cara   di   restrict  sebesar   0,884.  dan  dengan  cara non restrict sebesar  0,909. Dengan  nilai  F ratio   untuk  petani peserta  PIR yang  di restrict sebesar 130,14 dan  dengan cara  non  restrict sebesar   107,604.  untuk  petani   peserta  SRDP dengan  cara  di restrict nilai  F rationya sebesar  86,39.dan  dengan  non  restrict sebesar  87,926.  &#13;
          Sedangkan  dengan  mengunakan uji  Chi  Square  diperoleh  kesimpulan  bahwa  terdapat perbedaan  pendapatan  yang  sangat  nyata  antara  petani karet peserta pola PIR' dengan pola SRDP bajk perluas lahan maupun perhektar.&#13;
Pencurahan tenaga kerja  perluas  lahan pada petani peseria PIR tertinggi  335,47 HKP dan terendah  226,89 HKP atau rata-rata 273,335 HKP/tahun,  dan  petani SRDP  tertinggi  316,49 HKP dan  terendah  131,82 HKP atau rata-rata  198,939 HKP/tahun.                                                          .&#13;
          Pendapatan  petani karet  pola  PIR  lebih  tinggi  dari  pada  petani karet SRDP,   yakni   rata-rata   Rp.4.225.620   Perluas   lahan  per   tahun  sedangkan pendapatan  petani   karet  SRDP  sebesar  Rp. 2.569.715  perluas   lahan/tahun Hal  ini mengindikasikan   bahwa    tingkat   produktivitas    lahan    PIR    lebih tinggi dibandingkan produktivitas  lahan SRDP.                                       '&#13;
          Pengembangan   perkebunan   karet    di   Kabupaten    Indragiri    Hulu lebih    ditingkatkan   lagi  melalui  pola  PIR   dengan   berbagai   paket  lengkap berupa  pemberian bantuan modal  kerja,   bibit,  pupuk,  pestisida,  penyuluhari dan  pembinaan  yang  lebih  intensif serta   dukungan   harga   pemasaran   yang  menguntungkan  petani   dalam   upaya  meningkatkan pendapatan petani  karet.    Disamping  itu  perlu juga  dikembangkan pola  kemitraan  antara   petani  dan pengusaha   pengelola    hasil   perkebunan  (Crumb    Rubber)   dalam  rangka penanganan pasca panen.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155483</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-07 11:48:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-07 11:48:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>