<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155463">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN RESIDU TANAMAN TERHADAP LAJU MINERALISASI NITROGEN TANAH DAN HASIL JAGUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zahrul Fuady</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pertanian</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ZAHRUL  FUADY. Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Residu Tanaman  terhadap  Laju  Mineralisasi Nitrogen  Tanah  dan  Hasil Jagung.    (Di  bawah bimbingan Sufardi sebagai Ketua dan Nurul Aiman sebagai Anggota).&#13;
          Salah satu cara untuk mempertahankan produktivitas tanah adalah dengan  mengembalikan sisa-sisa  tanaman setelah  panen ke dalam tanah sebagai sumber bahnn organik tanah.  Bahan organik yang dikembalikan ke dalam  tanah  akan mengalami  proses mineralisasi  yang akan menyumbang  sejumlah  unsur hara esensial  terutama unsur N kepada  tanaman.  Laju mineralisasi N dipengaruhi oleh Nisbah C/N  bahan organik, iklim, residu  tanaman dan intensitas  pengolahan tannh.  Sistem olah tanah konvensional dapat memicu Jaju mineralisasi N lebih cepat karena meningkatnya  aktivitas mikroorganisme sebingga akan mempercepat kehilangan  N tanah.   Pada tanah yang  diolah terbatas  dan  tidak diolah, Iaju mineralisasi berjalan lambat hingga sedang, sehingga kehilangan N organik tanah dapat dikurangi.  Untuk melindungi kehilangan bahan organik tanah perlu dicari sistim  olah tanah yang tepat serta perlu dicari berapa  banyak sisa tanaman yang harus diberikan ke dalam tanah. &#13;
          Tujuan  penelitian adalah mengkaji  pengaruh  sistem  olah  tanah dan pemberian residu tanaman jagung terhadap Jaju  mineralisasi N tanah dan hasil jagung.  &#13;
          Penelitian  dilaksanakan  di   Kebun   Percobaan  Fakultas   Pertanian  Universitas Syiah Kuala berlangsung sejak tanggal 17 September 2002 sampai dengan 29 Maret 2003. Ukuran petak percobaan yaitu 2 x 3,5 meter, petak yang berukuran 2 x 3 meter untuk penanaman jagung dan petak 2 x 0,5 meter untuk pengamatan mineralisasi N tanah, untuk membatasi  kedua petak tersebut diberi selembar papan pembatas. Petak percobaan dibagi ke dalam 3 ulangan, masing­ masing ulangan terdapat 9 plot percobaan schingga terdapat 27 plot percobaan.&#13;
          Percobaan ini  menggunakan Rancangan Acak Kelmpok  (RAK)  Pola Faktoratial yang terdiri atas dua faktor yaitu sistem olah tanah dan takaran residu tanaman jagung.  Faktor sistem olah tanah terdiri atas tiga taraf yaitu tanpa olah&#13;
tanah, olah tanah minimum dan olah tanal  konvensional,  se.dang faktor residu  tanaman jagung terdiri dari tiga tarafyaitu  0 ton ha', 10 ton ha' dan 20 ton ha'.&#13;
          Tanah sebelum_diolah disemprot dengan herbisida untuk membasmi gulma, setelah satu minggu tanah diolah  sesuai perlakuan. Perlakuan tanpa olah tanah residu tanaman disebarkan  secara merata diatas permukaan tanah,  sistem olah  tanah minimum  tanah dicangkul satu kali bersama-sama residu tanaman sedalam  10 cm, sistem olah tanah  konvemsional  tanah diolah dua kali bersama­  sarana residu tanaman sedalam 20 cm kemudian digemburkan dan  diratakan.&#13;
          Hasil penelitian menunjukkan sistem olah tanah berpengaruh terhadap tinggi tanaman 60 hari setelah tanam bobot kering tanaman, serapan N, tanaman laju mineralisasi N tanah, potensial N organik, net C dan N tennineralisasi, tetapi tidak  berpengaruh terhadap kandungan N tanarnan, bobot pipilan kering jagung dan bobot 100 butir                                                                      &#13;
          Pemberian residu  tanaman jagung  berpengaruh  terhadap  kandungan N  tanaman, bobot  kering tanamau, serapan N, laju mineralisasi N tanah, potensial  N organik termineralisasi, net C dan N tennineralisasi, bobot pipilan kering  jagung, tapi  tidnk berpengaruh terhadap bobot kering 100 biji,  dan dapat meningkatkan keseimbangan bahan organik  tanah,&#13;
          Sistem olah tanah minimum dapat menghasilkan  hasii jagung 5,50 kg per  plot atau 9,17 ton per hektar, pemberian residu tanamanjagung 10 ton per hektar menghasilkan 5,88 kg per plot atau 9,8 ton per bektar dan kombinasi perlnkuan tanpa olah tanah dengan residu tanaman jagung I0 ton per hektar menghasilkan  6,52kg per plot atau 10,86 ton per hektar.&#13;
          Laju  mineralisasi N tanah yang rendah dijumpai pada sistem taopa olah tanah, olah tanah minimum, pemberian residu tanaman jagung 20 ton per hektar dan pada kombinasi perlnkuan tanpa olah tanah dengan pemberian residu  tanaman jagung 20 ton per hektar. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155463</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-06 16:00:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-06 16:00:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>