PERBANDINGAN PEMBERIAN PREMEDIKASI GABAPENTIN ORAL DENGAN LORAZEPAM ORAL TERHADAP RESPON INTUBASI PADA PASIEN ANAK YANG MENJALANI OPERASI ELEKTIF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERBANDINGAN PEMBERIAN PREMEDIKASI GABAPENTIN ORAL DENGAN LORAZEPAM ORAL TERHADAP RESPON INTUBASI PADA PASIEN ANAK YANG MENJALANI OPERASI ELEKTIF


Pengarang

Emil Munawar - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Riswandi - 198708102015061001 - Dosen Pembimbing I
Zafrullah Khany Jasa - 197012221999031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2107601080002

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Anestesiologi dan Terapi Intensif / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran - Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Latar Belakang: Intubasi endotrakeal pada pasien anak yang menjalani operasi elektif dapat memicu respons hemodinamik berupa peningkatan tekanan darah dan denyut jantung akibat stimulasi simpatis. Premedikasi diperlukan untuk menekan respon tersebut, namun efektivitas gabapentin dan lorazepam masih perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh premedikasi gabapentin dan lorazepam terhadap tekanan darah dan denyut jantung pasca-intubasi pada pasien anak.
Metode: Penelitian uji klinis acak terkontrol ini melibatkan 64 pasien anak yang menjalani operasi elektif. Mereka dibagi dalam dua kelompok: gabapentin (15 mg/kg) dan lorazepam (0,025 mg/kg). Parameter hemodinamik diukur sebelum dan setelah intubasi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok gabapentin memiliki tekanan darah sistolik, diastolik, dan MAP yang lebih rendah dibandingkan kelompok lorazepam setelah intubasi (p0,05).
Kesimpulan: Premedikasi gabapentin lebih efektif dalam menekan lonjakan tekanan darah akibat intubasi dibandingkan lorazepam, sementara lorazepam lebih signifikan dalam menurunkan denyut jantung. Dengan demikian, gabapentin dapat menjadi pilihan premedikasi yang lebih optimal dalam menjaga stabilitas hemodinamik pada pasien anak yang menjalani operasi elektif.
Kata kunci: Gabapentin, Lorazepam, Premedikasi, Intubasi, Hemodinamik, Anestesi Pediatrik

ABSTRACT Background: Endotracheal intubation in pediatric patients undergoing elective surgery can trigger a hemodynamic response, including increased blood pressure and heart rate due to sympathetic stimulation. Premedication is required to attenuate this response, but the effectiveness of gabapentin and lorazepam remains to be investigated. This study aims to compare the effects of gabapentin and lorazepam premedication on blood pressure and heart rate following intubation in pediatric patients. Methods: This randomized controlled trial involved 64 pediatric patients undergoing elective surgery. They were divided into two groups: gabapentin (15 mg/kg) and lorazepam (0.025 mg/kg). Hemodynamic parameters were measured before and after intubation. Results: The study found that the gabapentin group exhibited lower systolic blood pressure, diastolic blood pressure, and mean arterial pressure (MAP) compared to the lorazepam group after intubation (p0.05). Conclusion: Gabapentin premedication is more effective in attenuating blood pressure surges due to intubation compared to lorazepam, while lorazepam is more effective in reducing heart rate. Therefore, gabapentin may be a more optimal premedication choice for maintaining hemodynamic stability in pediatric patients undergoing elective surgery. Keywords: Gabapentin, Lorazepam, Premedication, Intubation, Hemodynamics, Pediatric Anesthesia

Citation



    SERVICES DESK