OPTIMALISASI PENEBANGAN HTI JENIS ACACIA MANGIUM BERDASARKAN PENDEKATAN BIOLOGIS DAN EKONOMIS DI SUMATERA SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

OPTIMALISASI PENEBANGAN HTI JENIS ACACIA MANGIUM BERDASARKAN PENDEKATAN BIOLOGIS DAN EKONOMIS DI SUMATERA SELATAN


Pengarang

Azwardi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

94120005

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 1996

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sebagai upaya untuk mengantisipasi kekurangan penawaran hasil hutan berupa kayu dari hutan alam dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah telah menetapkan pelaksanaan Hutan Tanaman lndustri. Sampai awal tahun 2000 HTI direncanakan akan dibangun lebih kurang seluas 4.000.000 hektar.

Salah satu tugas pokok pengelola HTI adalah menentukan waktu penebangan optimal yang berkaitan erat dengan umur pohon dan volume pohon yang dapat diproduksi. Begitupula dengan penelitiao yang dilakukan pada HTI jenis Acacia Maogium di Sumatera Selatan. Disamping itu melalui penelitian ini ingin dianalisis berapakah nilai tegakan yang optimal yang dikaitkan dengan variabel tingkat bunga, biaya penanaman, harga kayu dan luas areal penebangan. Selanjutnya akan dilihat juga tingkat kepekaan nilai tegakan terhadap perubaban variabel-variabel tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan umur pertumbuhan volume pohon Acacia Mangium yang optimal dapat ditebang pada saat pohon berumur enam tahun, dimana nilai MAI maksimum. Dengan asumsi tingkat bunga 20 , biaya penanaman Rp. 2.100.000 per hektar dan harga kayu Rp. 60.000 per m nilai tegakan pohon yang optimal sebesar Rp. 2,992 milyar per hektar. Nilai tegakan (Stumpage value) sangat sensitif terhadap kenaikan tingkat bunga, sedangkan terhadap biaya peningkatan biaya penanarnan tidak sensitif. Sementara itu terhadap kenaikan harga kayu dan peningkatan luas areal penebangan cukup sensitif.

Penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian mengenai HTI dari aspek optimalisasi penebangan baik berdasarkan pendekatan biologis maupun ekonomis. Hal ini disebabkan penelitian mengenai optimalisasi penebangan yang dilakukan di Indonesia masih relatif sedikit.











Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK