<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155385">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI PENGARUH ANGIN SILANG  TERHADAP  KARAKTERISTIK  NYALA HIDROKARBON TURBULEN TAK-PRACAMPUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wusnah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Magister Teknik Kimia</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini memaparkan hasil yang diperoleh  dari kajian dinamika fluida komputasi  (DFK)  untuk  mensimulasi  nyala  turbulen  tak pra-campur. Konfigurasi, diskretisasi  dan  kondisi batas nyala digambarkan menggunakan  perangkat lunak pra prosessor Gambit. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan yaitu tahapan pertama kajian pengaruh   berbagai   model   turbulensi   terhadap   medan   alir   dan   skalar   reaktif (temperatur  dan spesies)  pada nyala  turbulen  tak-pracampur tanpa  pengaruh  angin dan dan tahapan kedua kajian pengaruh angin silang terhadap  medan alir dan skalar reaktif (temperatur dan spesies) terhadap nyala turbulen tak-pracampur dengan menggunakan model turbulensi terpilih dari tahapan  pertama. Model turbulensi yang diuj pada tahapan  pertama mencakup: k-e standar,  k-s RNG, k-@ standar, k-c SST (Shear Stress Transport)  dan Reynolds Stress Model (RSM). Atas dasar kemudahan dan  kesederhanaan model   pembakaran  digunakan  model   Eddy  Dissipasi   untuk memprediksi  medan temperatur  nyala dan spesies  hasil pembakaran.  Prediksi  yang dihasilkan  oleh  berbagai model  turbulensi  ini divalidasi dengan membandingkan terhadap data  eksperimen  dari sebuah  nyala  metan  yang  disebut  dengan  nyala  A (nyala  tanpa pengaruh  angin).  Data  eksperimen  nyala  A  memberikan  infonnasi mengenai  medan  alir  (kecepatan)   dan  skalar  reaktif (temperatur dan  konsentrasi beberapa  spesies).  Hasil kajian menunjukkan bahwa dari lima model turbulensi yang diuji, model k-e standar memberikan hasil prediksi yang mendekati data eksperimen baik ditinjau dari segi medan alir, temperatur, maupun konsentrasi  spesies.  Secara umum dapat dikatakan bahwa selain model k-e standar, model turbulensi  Iain tidak mampu  menangkap   posisi dan nilai temperatur  puncak  secara  tepat.  Sebaliknya model  turbulensi  k-e  standar mampu menebak  posisi  dan nilai temperatur puncak  secara tepat.   Hal ini dikarenakan  prediksi  medan  alir nyala  yang  dihasilkan  oleh   model turbulensi k-c standar jauh lebih baik dari pada yang dihasilkan oleh model model turbulensi yang lain. Hasil ini memberikan indikasi bahwa model turbulensi  standar yang digabung  dengan model pembakaran Eddy Dissipasi mampu memprediksi  medan alir dan temperatur nyala  metan a1iran turbulen  tak-pracampur secara tepat.   Pengaruh angin silang terhadap  nyala B (nyala dengan pengaruh angin silang) dilakukan pada kondisi kecepatan bahan bakartetap 20 m/s dengan kecepatan angin berubah-rubah clan pada kondisi kecepatan  angin silang tetap  1,1  m/s dengan kecepatan bahan bakar berubah - ubah . Hasil penelitian dengan kondisi baban bakar tetap menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan angin silang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap medan alir, temperatur dan konsentrasi spesies. Pada kajian dengan  kondisi  bahan  bakar  berubah  - ubah  ketika  kecepatan  angin  silang  tetap, terlihat bahwa peningkatan kecepatan  bahan bakar memberikan  dampak positif pada nyala, karena nyala semakin mampumelawan pengaruh angin silang terhadap nyala.&#13;
&#13;
Kata kunci: simulasi, nyala turbulent tak-pracampur, model turbulensi, angin silang&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>THERMAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.402</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155385</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-06 09:58:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-06 10:56:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>