Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
VALUASI KONDISI INTRUSI TANAH DAN AIR DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Saiful Anwar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0192040033
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : prog. studi magister pertanian., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Hutan mangrove, merupakan sumberdaya alam daerah tropika yang kaya akan keanekaragaman hayati dan dapat memberikan manfaat yang besar baik secara ckonomis maupun ekologis. Pemanfuatan lahan di wilayah pesisir Kota Banda Aceh yang begitu pesat telah menyebabkan terdegradasinya banyak lahan hutan mangrove yang dikoaversi untuk tambak dan lahan terbangun, hal ini dapat mengakibatkan efek yang negatif bagi lingkungan sekitarya dengan menurunnya kualitas tanab dan air akibat terjadinya intrusi air asin ke daratan.
Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir Kota Banda Aceh yang meliputi empat beaas desa dalam empat kecamatan, yaitu ; Kecamatan Meuraxa (6 desa), Kecamatan Kuta Raja (2 desa), Kecamatan Kuta Alam (3 desa) dan Kecamatan Syiah Kuala (3 desa), dengan luas keselurahan 1793,18 ha. Penclitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pengamatan lapangan dan analisis sampel tanah (berdasarkan tiga jenis penggunaan lahan, yaitu; tambak, hutan mangrove dan pemukiman) dan analisis sampel air sumur.
Berdasarkan hasil analisis sampel tanah dari tiga jenis penggunaan lahan di wilayah penelitian, DHLt tertinggi terdapat pada jenis penggunaan lahan untuk tambak (4,60-9,00 mmhos/cm), kemudian hutan mangrove (3,70-5,00 mmhos/cm) dan DHLt terkecil terdapat pada lahan pemukiman penduduk (1,62-3,90 mmhos/cm). Dari basil analisis sampcl air sumur,dapat lihat bahwa kualitas air sumuryang bcrada di belakang vegetasi mangrove (dengan DHLa 1,25-4,10 mmhos/cm), lebih baik dibandingkan dengan sampel air sumur yang tidak bervegetasi mangrove (dengan DHLa 3,50-7,80 mmhos/cm). Irtrusi air asin ke areal pemukiman pcnduduk disebabkan oleh banyaknya lahan hutan mangrove yang dikonversi untuk tambak dan lahan terbangun, sehingga tidak ada lagi penahan masuknya air asin·ke damtan. Luas jalur hijau hutan mangrove yang harus dipertahaukan dalam wilayah penelitian minimal 211,85 ha, yang tersebar di sepanjang garis pantai dengan lebar 182 meter dari pantai ke arah darat. Disamping itu penerapan sistem silvo fishery pada areal tambak dan merehabilitasi hutan-hutan mangrove yang telah rusak (158 ha) sangat penting untuk dapat dilaksanakan, agar intrusi di wilayah ini dapat diminimalisir.
Kata kunci : Intrusi Tanah dan Air
Tidak Tersedia Deskripsi
VALUASI KONDISI INTRUSI TANAH DAN AIR DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDA ACEH (Saiful Anwar, 2025)
PENGARUH PENYEBARAN INTRUSI AIR LAUT UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH PADA KAWASAN WISATA IBOIH SABANG (Mellisa Saila, 2013)
PENGARUH INTRUSI AIR LAUT AKIBAT BENCANA TSUNAMI TERHADAP TATA RUANG KAWASAN PESISIR KOTA BANDA ACEH DITINJAU DARI ASPEK SANITASI PERMUKIMAN (SYARIFAH MASTURA ALHABSYI, 2025)
ANALISIS PERUBAHAN POLA GENANGAN BANJIR ROB SEBELUM DAN SESUDAH GEMPA NIAS TAHUN 2005 AKIBAT PENURUNAN TANAH PADA DAERAH PESISIR KABUPATEN ACEH SINGKIL (Ridha Febri Arfa, 2023)
DEGRADASI LAHAN AKIBAT HILANGNYA VEGETASI RUTAN DI KAWASAN PESISIR PANTAI KOTA BANDA ACEH (Suryana, 2025)