<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155327">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulkipli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
ini  fiskal dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama Tahun 2004-2008. Data yang digunakan adalah data panel yang berumber dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan  Penelitian  bertujuan untuk melihat hubungan  descentralisasi  Badan Pusat Statistik yang mencakup data Dana Alokasi Umum (DAU),  Dana  Alokasi  Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil  serta data Produk Domestil Regional  Bruto Ril  (PDRI) seluruh provinsi di Indonesia  Model analisis yang digunakan adalah metode analisis data panel dengan empat  variabel yaitu Produk Domestik Regional Brute Riit (PDRI) sebagai variabel terikat  (dependent variable) sedangkan Dana  Alokasi umum, Dana  Alokasi Khusus dan Dana  Bagi Hasil sebagai variabel bebas (independent variable). Data dikelompokkan dalam tiga wilayah yaitu, (I) Sumatera (2) Jawa dan Bali (3) Sulawesi, Kalimantan dan  Indonesia Bagian Timur. Tujuan pengelompokkan ini adalah untuk melihat perbedaan hasil untuk tiga wilayah tersebut  Secara Nasional, Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil berpengaruh positif  terhadap PDRB riil. Sedangkan Dana Alokasi Khusus tidak berpergaruh terhadap  PDRB riil (hasil estimasi tidal siknifikan). Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Timur,  dan Provinsi jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Banten dan Provinsi Sumatera Utara memiliki heterogenitas positif. Hal ini berarti kelima provinsi tersebut  yang mempunyai model estimasi dengan nilai konstan yang lebih tinggi dari rat-rata di  Indonesia Provinsi  yang mempunyai nilai heterogenitas terendah adalah Provinsi  kepulaun Riau, Provinsi Papua barat, Provinsi Papua, Provinsi Maluku dan Provinsi Nusa Tenggara Timur  Bendasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah pusat perlu menjamin  kelansungan transfer fiskal ke daerah yang terbukti telah mampu mendorong pertumbuhn ekonomi daerah. Bagi pemerintah daerah perlu memaksimalkan  penggunaan dana transfer ini dengan melihat skala prioritas pembangunan sehingga  tujuan untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah dapat terwujud.  kata kunci Desentralisasi fiskal dan pertumbuhan ekonomi   &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ECONOMIC GROWTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISCAL POLICY - MACROECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>338.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155327</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-05 14:33:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-12 16:11:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>