<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155317">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PENGERING IKAN BANDENG PADA ALAT PENGERING BERBAHAN BAKAR GAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Thaib Hasan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>PROG. STUDI MAGISTER TEKNIK MESIN</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Propinsi Aceh  merupakan salah satu   daerah   penghasil bandeng (chanos­  chanos Forsskal) terbesar di  Indonesia dan  ters meningkat dari  tahun  ketahun. Narnun  dibalik  prospek  tersebut  ikan   bandeng  mempunyai kelemahan  yaitu· terdapat duri-duri yang  banyak dan tersebar diseluruh daging, mudah busuk dan tidak   dapat  bertahan dalarn  waktu   lama.  Selain itu  pada   saat   panen   raya  dan tangkapan ikan  laut melimpah banyak  ikan  tidak termanfaatkan, sehingga harga jual    ikan  menurun  tajam.   Masyarakat  Aceh    pada    umumnya lebih   suka mengkonsumsi bandeng segar dan bandeng kering terutama bagi  masyarakat yang tinggal  di  daerah  pedalaman  atau   pergunungan.  Berdasarkan hasil  penelitian  sebelumya  untuk       mengatasi   pembusukan pada   ikan   bandeng   dan  dapat&#13;
dikonsumsikan    dalam    waktu  lama    dengan     earn    penjemuran    langsung menggunakan energi  matahari sebagai  sumber panas pengeringan. Kelemahannya dilakukan dialam terbuka, kemudian sinar matahari tidak  terus-menerus ada  dan  bila  pengeringan bahan  dilakukan dalam jumlah besar  akan  memerlukan tempat penjemuran  yang  luas.  Pada  penelitian ini,  melakukan  kaji ekperimental   dan karalcteristik  pengeringan ikan  bandeng pada alat pengering berbahan bakar gas. Berdasarkan  hasil   pengujian  pada   ikan    bandeng  setelah   dilakukan  proses&#13;
pengeringan  kandungan protein  18,97  %,   lemak  3,75%,   dan  kadar   air  akhir  19,20%.&#13;
&#13;
Kata Kunci  :  Pengering alamiah, udara  pengering, ikan bandeng, kandungan air.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MILKFISH - COOKING</topic>
 </subject>
 <classification>660.284 26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155317</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-05 14:08:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-24 15:04:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>