<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155285">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SEPTIANI WULAN SYAHPUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Osteoartritis (OA) adalah penyakit degeneratif yang umum seiring usia penuaan, atau akibat peristiwa traumatikn dan faktor obesitas. Pengobatan saat ini berfokus pada penghilang rasa sakit dan peradangan dengan menggunakan obat nonsteroid (NSAID) tetapi seringkali memiliki efek samping yang signifikan. Quercetin adalah produk alami yang menunjukkan potensi sebagai alternatif yang lebih aman dengan efek anti-inflamasi dan protektif pada tulang rawan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model jejaring farmakologi penyakit osteoarthritis antara meloxicam dan quercetin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental komputasi melalui metode networking melalui pensinyalan jalur PI3K/Akt/mTOR. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dalam model jejaring farmakologi antara meloxicam dan quercetin. Meloxicam berinteraksi dengan 67 protein target terkait OA, sedangkan quercetin dengan 57 protein. Analisis GO menunjukkan bahwa meloxicam terlibat dalam proses angiogenesis, proliferasi sel, dan kematian sel. Quercetin selain memiliki mekanisme yang sama seperti meloxicam, juga memengaruhi respons terhadap stres oksidatif. Analisis KEGG mengungkapkan keterlibatan kedua senyawa dalam jalur PI3K/Akt/mTOR, dengan meloxicam menargetkan 13 protein dan quercetin 10 protein dalam jalur ini. Analisis PPI mengidentifikasi EGFR,AKT, dan MTOR sebagai protein kunci untuk meloxicam dan protein AKT, EGFR, dan SRC untuk quercetin. Kesimpulannya, baik meloxicam maupun quercetin memengaruhi protein target OA pada jalur PI3K/Akt/mTOR melalui mekanisme yang sama, kecuali mekanisme responsif stres oksidatif oleh quercetin. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan mengeksplorasi potensi quercetin sebagai terapi OA.&#13;
Kata kunci: Meloxicam, Osreoarthritis, PI3K/Akt/mTOR, Quercetin.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155285</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-05 11:19:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-05 11:42:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>