Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KAJIAN PERANAN LEMBAGA ADAT (KEARIFAN LOKAL) FORSAKADALAM UPAYA PELAKSANAAN PROGRAM RNKONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN DIKABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
Inayah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0809200040030
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : prog. studi magister pertanian., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejauh mana peran lembaga adat (kearifan lokal) dalam pelaksanaan program konservasi sumber daya hutan di Kecamatan Jantho Kabupaten Aceh Besar, untuk mengetahui peran-peran apa saja dari lembaga adat (kearifan lokal) dalam pelaksanaan program konservasi sumber daya hutan di Kecamatan Jantho Kabupaten Aceh Besar, untuk mengetahui bentuk-bentuk koordinasi dan pembagian tugasantar· lembaga adat dengan lembaga pemerintah terkait, untuk mengetahui besarnya pengaruh masyarakat lokal yangtinggal disekitar hutan yang diberi porsi dalam pengainbilan keptitusan : tentang pemeliharaan, pemanfaatan dan pelestarian hutan, menjadi bahan masukan untuk pembuatan Qanun Gampong dan Qanun tentang Lembaga Adat dan Pelestarian Hutan di Aceh. Penelitian ini menggunakan 'metode 'penelitian dasar (murni), dan dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengamatgn dan wawancara tak terstruktur secara mendalam, untuk mencapai tujuan tersebut.. Penelitian juga merancang penelitian ini dalam bentuk explanatory research, yaitu
penelitian survey yang bertujuan menjelaskan pengaruh dan hubungan sebab akibat antar peubah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan peran lembaga adat (kearifan lokal) forum forsaka sangat besar sekali, pengaruhnya bagi pclaksanaan program konservasi sumber daya hutan di Kabupaten Aceh Besar.
Kondisi masyarakat (kearifan lokal) setelah terbentuknya forum forsaka terjadinya pergeseran dalam sosial ekonomi, dan telah terjadi perubahan yang sangat mendasar di lingkungan para orang tua, anak-anak, dan pemuda, mereka lebih menyadari arti hutan dan manfaatnya bagi generasi mendatang. Berdasarkan basil penelitian disarankan adanya upaya memadukan nilai positif dari kearifan lokal dan nilai-nilai baru, maka perlu di kembangkan beberapa aktivitas antara lain memperkuat akses masyarakat setempat terhadap somber daya hutan yang berada di lingkungannya, mengupayakan manfaat dari sumber daya hutan tersebut dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar hutan dan mengembalikan kontrol hutan kepada rakyat serta meningkatkan kerjasama kemitraan secara simetris dalam pemanfaatan dan pelesarian sumber daya hutan antara masyarakat setempat dengan pengusaha investor.
Kata kunci : kearifan lokal masyarakat, forum forsaka dalam melestarikan hutan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN PENGEMBANGAN HUTAN DESA DI MUKIM LUTUENG KECAMATAN MANE, KABUPATEN PIDIE, PROVINSI ACEH (Ainul Mardhiah, 2016)
ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG SECARA BERKELANJUTAN DI ACEHRN(STUDI KASUS DI KECAMATAN KOTA JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR) (Teuku Muhammad Zulfikar, 2025)
PENERAPAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASIRN(SUATU PENELITIAN DI DESA LAMPASEH KRUENG KECAMATAN MONTASIK ACEH BESAR) (Dessi Ulandari, 2014)
HUBUNGAN KEARIFAN LOKAL DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI MASYARAKAT ACEH BESAR (Hendri Ardian Fikri, 2018)
POLITIK PEMBANGUNAN, KERUSAKAN HUTAN, DAN DISKRIMINASI TERHADAP MASYARAKAT ADAT (STUDI ANALISIS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DALAM PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN DI ACEH PASCA KONFLIK) (MUHAMMAD ZIKRILLAH, 2020)