<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155265">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BINTANG AL-KHALISH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kerusakan jalan dan kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang berkualitas di Indonesia menjadi isu penting. Jalan yang rusak mengganggu mobilitas dan menimbulkan kerugian ekonomi. Salah satunya pada saat musim hujan, aspal cenderung lemah dengan genangan air yang terjadi karena hujan yang menyebabkan perubahan bentuk permukaan. Campuran aspal porus merupakan solusi yang memungkinkan air mengalir melalui rongga dalam perkerasan. Namun, aspal porus memiliki kelemahan dalam hal stabilitas. Salah satu cara untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan memanfaatkan ban dalam bekas, plastik High-Density Polyethylene (HDPE), dan Gilsonite sebagai substitusi terhadap aspal penetrasi 60/70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik campuran aspal porus dengan menggunakan substitusi aspal sebesar 25% dari total berat kadar aspal optimum (KAO) dengan persentase pemakaian ban dalam bekas, HDPE, dan gilsonite masing-masing sebesar 5%, 15%, 5% (Variasi 1), 10%, 10%, 5% (Variasi 2), 15%, 5%, 5% (Variasi 3) terhadap parameter Cantabro Loss (CL), Asphalt Flow Down (AFD), uji Marshall, Durabilitas, dan Permeabilitas. Pembuatan benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum (KAO) berdasarkan metode Australian Asphalt Pavement Association (AAPA) 2004. Gradasi agregat yang digunakan adalah gradasi terbuka dengan kadar aspal 4,5%; 5,0%; 5,5%; 6,0% dan 6,5% sebelum disubstitusi. Selanjutnya dilakukan pengujian dan perhitungan parameter Marshall, CL dan AFD untuk mendapatkan KAO, nilai KAO diperoleh sebesar 5,75%. Selanjutnya dibuat benda uji menggunakan nilai KAO, adapun hasil pengujian Marshall menunjukkan nilai stabilitas variasi terbaik diperoleh pada variasi 3 sebesar 598,04 kg, nilai Density diperoleh sebesar 2,08 gr/cm3, nilai VIM diperoleh 18,45%, nilai flow diperoleh sebesar 5,50 mm dan nilai Marshall Quotient diperoleh sebesar 109,01 kg/mm dengan nilai berat jenis aspal modifikasi sebesar 1,078 gr/cm3, penetrasi sebesar 59,3 mm, titik lembek 51,5 °C dan daktilitas sebesar 51,5 cm. Pada pengujian Cantabro Loss, Asphalt Flow Down, Durabilitas dan Permeabilitas didapatkan hasil yang sesuai dengan spesifikasi AAPA (2004). Hasil yang didapat menandakan bahwa karakteristik campuran porus menggunakan substitusi ban dalam bekas, HDPE, dan gilsonite dapat digunakan pada campuran beraspal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155265</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-04 20:24:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-05 08:28:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>