<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155257">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK DEFORESTASI TERHADAP IKLIM LOKAL DAN JUMLAH  SEDIMEN DI WILAYAH SUB DAS KRUENG PEUTOE ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zainal Abidin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pertanian</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ZAINAL ABIDIN. Dampak Deforestasi Terhadap Iklim Lokal  dan Jumlah Sedimen  di  Wilayah Sub  DAS   Krueng Peutoe Aceh  Utara (di  bawah  bimbingan Hairul Basri,  sebagai ketua dan Zainnl Bahri,  sebagai anggota).                                    &#13;
          Pemanfaatan   lahan    yang    tidnk   berwawasan  lingkungan    dan    tanpa mengindahkan  kaedah  konservasi  lahan   menyebabkan  timbulnya   permasalahan degradasi  pada   suatu   lnhan.   Eksploitasi lahan   yang   pada  penggunaannya adalah hutan   juga  berakibat pada   pengurangan  luas   hutan.   Pengurangan  luas   hutan (deforestasi)   berdampnk  pada    tidak    seimbangnya    keadaan   lingkungan  yang  menyebabkan terjadinya banjir, longsor,  pendangkalan sungai dan kerusakan pantai.&#13;
          Sub  DAS  Krueng  Peutoe merupakan salah  satu  Sub  DAS  yang  terdapat di Kabupaten Aceh  Utara di mana telah terjadi  kerusakan lahan oleh  proses deforestasi.  Kendaan ini  cukup mengkhawatirkan sehingga dibutuhkan  penanganan yang  sangat serius, agar dampak yang ditimbulkan dapat dihindari.  ·&#13;
          Penelitian ini bertujuan untuk:  (1) Mengevaluasi dampak  deforestasi di Sub DAS   Krueng  Peutoe  terhadap  perubahan  iklim   lokal    dan   sedimen,   dan   (2) Memberikan rekomendasi yang  tepat untuk  perbaikan kondisi   Sub  DAS    Krueng  Peutoe.&#13;
          Penelitian ini berguna untuk:  (1) Menjadi masukan bagi perencanaan DAS untuk  memperbaiki kondisi biofisik pada  Sub  DAS   Kreng  Peutoe, (2)  Sebagai  bahan kajian bagi peneliti lainnya dan referensi dalam penelitian terkait.&#13;
          Penelitian  ini    menggunakan  metode  diskriptif   (Survai),   Pelaksanaan  penelitian dilakukan dalam   dua  tahap yaitu:   (1)  Mengidentifikasi Sub  DAS  dan penggunaan  lahan,   dan   (2)   Mengkaji  dampak  deforestasi  Sub   DAS   terhadap perubahan iklim  lokal  dan  besamya  sedimen melalui analisis data curah hujan dan analisis sedimen.&#13;
          Berdasarkan  hasil   analisis   dan   pengolahan  data   mnka   dapat   disimputkan  sebagai  berikut:  (1) Telah terjadi  perubahan  tata  guna lahan  selama kurun waktu 23  tahun  (1980 - 2002)  pada  Sub  DAS  Krueng Peutoe yang  menyebabkan terjadinya  ,   deforestasi sebesar    10.144  ha   (39,74  %), (2)  Perubahan vegetasi  penutup  lahan yang    pada    awalnya  hutan,    dengan    kerapatan   tinggi    menjadi   lebih   jarang mempengaruhi  tipe iklim  lokal  Wilayah Sub DAS Krueng  Peutoe  yakni  tipe iklim dari B ke D,  serta penurunan rata-rata curah  hujan sebasar  297,7   mm/tahun (20,12  % ), (3)  Debit  sedimen  yang  terjadi pada  saat  hujan  sebesar    17.046,374  ton/hari, sementara   pada   sant       cerah   debit    sedimen    yang   terjadi    134.784   ton/hari, dan  (4)  Perubahan tipe  iklim  dan besamnya debit  di  Sub  DAS  Krueng  Peutoe  ini mengidentifikasikan bahwa Sub  DAS  ini  sudah mengalami degradasi.  Luas hutan di Sub  DAS  Krueng  Peutoe   (22,34  %)  telah  berada   dibawah  luas  hutan  minimum menurut UU No.  41  Tahun 1999 (30  %). Dengan laju  deforestasi  sebesar  1,72 % pertahun maka diperkirakan hutan nkan habis  dalam  kurun waktu  13 tahun ke depan jika aktifitas  d~forestasi tidak dicegah.&#13;
          Rekomendasi yang  diajukan  untuk   mengumngi terdegradasinya   Sub  DAS  Krueng  Peutoe  antara  lain:   (1)   Untuk  mengurangi  dampak  deforestasi   perlu dilakukan  penatagunaan tanah  yang  sesuai dengan Rencana Tata  Ruang  Wilayah Kabupaten  Aceh  Utara,   dan  (2)  Melakukan reboisasi dan  rehabilitasi  lahan-lahan  yang  telah  terdegradasi, khususnya  di  bagian  hulu  daerah  tangkapan  (upper  catchment area) Sub DAS Krueng Peutoe  yang didukung penelitian  lebih  lanjut.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155257</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-02 16:50:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-02 16:50:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>