<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155227">
 <titleInfo>
  <title>KONVERSI LAHAN PERTANIAN PADA PEMBANGUNAN KOTA SATELIT DI KECAMATAN DARUL IMARAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ivoni Alamanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pertanian</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lahan mempunyai  nilai  ekonomi yang kecil  sebelum lahan digunakan bersama-sama faktor  produksi  seperti tenaga kerja, modal  dan  pengelolaan. Penggunaan lahan pertanian pada umumnya tergantung pada aspek kesuburan dan kelas kemampuan tanah dan sifat penghambat pada tanah.  Penggunaan tanah untuk  non  pertanian tergantung pada  faktor  lokasi.  Faktor  terpenting yang mempengaruhi  permintaan lahan adalah jumlah  penduduk. Penduduk semakin hari tcrus: bertambah sedangkan  sumber daya  lahan  adalah tetap.  Pada masa pembangunan sekarang banyak lahan pertanian produktif, mengalami  pergeseran fungsinya menjadi  lahan  non pertanian seperti pembangunan kota satelit untuk kawasan pemukiman, fasilitas umum, fasilitas komersil dan lain sebagainya. Bila kondisi  ini  terjadi  terus menerus tanpa memperhatikan keseimbangan antara penggunaan lahan pertanian dan non pertanian maka lahan pertanian semakin sempit yang akan menurunkan hasil  produksi  pertanian.  Dalam penelitian  ini dilakukan' pengujian dengan dua model yaitu 1) pengujian dengan menggunakan uji statistik regresi linier berganda dengan variabel yang diuji adalah pendidikan (K), status sosial (X1), kebutuhan rumah tangga (X2), pendapatan keluarga (X3), jumlah tanggungan keluarga (K4),  nilai lahan  (X6),  persepsi masyarakat lokal terhadap pengalihan lahan pertanian (X7) dan produktivitas lahan (K8) sedangkan variabel (Y) konversi lahan pertanian pada pembangunan kota satelit. 2) pengujian analisis  sifat  fisika dan  kimia  tanah  di  laboratorium   untuk  melihat aspek kesuburan' tanah.&#13;
Hasil analisis dengan menggunakan uji  statistik  regresi linier berganda&#13;
diperoleh nilai F sebesar 1530,116,  sedangkan nilai F pada tingkat kepercayaan&#13;
95% adalah 2,30 ini berarti  bahwa  faktor  pendidikan, status  sosial, kebutuhan rumah tangga, pendapatan keluarga, jumlah  tanggungan keluarga, nilai  lahan, persepsi masyarakat terhadap pengalihan lahan  pertanian, nilai lahan dan produktivitas lahan mempunyai hubungan dengan konversi  lahan pertanian pada&#13;
pembangunan kota satelit.&#13;
Dari hasi pengujian  berdasarkan  koefisien determinasi  (R2) diperoleh&#13;
sebesar 99,78% ini bermakna lahan pertanian pada mampu dijelaskan oleh faktor&#13;
pendidikan, status sosial, kebutuhan rumah tangga. pendapatan keluarga, jumlah&#13;
tanggungan keluarga,' nilai lahan,  persepsi masyarakat lokal terhadap pengalihan&#13;
lahan  perta nian  dan  produktivitas   lahan  sedangkan  0,18%  lagi  oleh  faktor  lain yang tidak diuji.&#13;
Dari  hasil  pengujian  berdasarkan   nilai  t pada tingkat kepercayaan  95%&#13;
adalah   1,70,  Variabel yang  berpengaruh   nyata  pada  konversi  lahan  pertanian adalah variabel nilai lahan dan produktivitas  lahan sedangkan variabel pendidikan,&#13;
status sosial, kebutuhan  rumah tangga, pendapatan dan persepsi masyarakat lokal&#13;
terhadap  pengalihan  lahan pertanian  tidak berpengaruh  nyata pada pembangunan kota satelit. ;&#13;
Dari hasil  analisis  sifat  fisika  dan kimia  tanah  di laboratorium  tanah  di&#13;
&#13;
wilayah   penelitian    termasuk   tanah   yang   relatif  subur   (produktif)   kecuali ketersedian P yang rendah.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Konversi Lahan Pertanian Pada Pembangunan  Kota Satelit&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155227</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-02 15:15:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-02 15:15:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>