PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP EROSI DAN DEBIT PUNCAK DI SUB DAS AIH BOBO KABUPATEN GAYO LUES | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP EROSI DAN DEBIT PUNCAK DI SUB DAS AIH BOBO KABUPATEN GAYO LUES


Pengarang

Abdurrahman - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0609200040004

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif/survey dengan mengacu kepada satuan peta lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya erosi, tingkat bahaya erosi, nilai koefisien limpasan dan debit puncak pada Sub DAS Aih Bobo Kabupaten Gayo Lues. Nilai koefisien limpasan ditelusuri dengan menggunakan pedoman US. Forest Service (1980) dan debit puncak dievaluasi dengan menggunakan rumus rasional. Penentuan besamya erosi diprediksi dengan mepgguakan rumus USLE (1978), klasifikasi TBE di tentukan dengan mepggunakan acuan Departemen Kehutanan (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Bahaya Brosi (TBE) SPL 14, 16 dan 18, berturut turut sebesar 71,59; 507,40 dan 830,85 ton/ha/ltahun, tergolong sangat berat (SB IV) dan SPL S, 6 dan 17, berturut-turut sebesar 66,64; 195,82 dan 123,63 ton/ha/tahun, tergolong berat (B-III). Selanjutnya TBE yang terjadi pada SPL 7, 8,
13, 15 dan 19, berturut-turut sebesar 17,94; 16,39; 54,55; 102,03 dan 51,78 ton/ha/tahun, tergolong sedang (S-ID), SPL 2, 3, 9, 10, 11 dan 20, berturut-turat sebesar 12,76; 3,75; 20,48; 0,29; 41,69 dan 2,02 ton/ha/tahun, tergolong ringan (R-I) dan SPL 1, 4 dan 12, berturut-turut sebesar 6,91; 14,31 dan 5,13 ton/ha/tahun, tergolong sangat ringan (SR-0). Nilai koefisien limpasan cenderung meningkat, dari 0,10 (tahun 2004) menjadi 0,12 (tahun 2009). Demikian juga dengan debit puncak pada periode ulang yang ditinjau meningkat, dimana untuk periode ulang 5-tahun meningkat sebesar 16,34 mldet, dimana pada tahun 2004. sebesar 81, 72 mldet berubah menjadi 98,06 mldet pada tahun 2009. Demikian
juga halnya debit puncak untuk periode ulang 10, 20 dan 50 tahun, debit puncak
untuk masing-masing periode ulang tersebut meningkat berturut-turut sebesar
18,45; 24,35 dan 31,98 mldet. Besarnya nilai erosi, TBE , koefisien limpasan dan
debit puncak menunjukkan bahwa kondisi penggunaan lahan Sub DAS Aih Bobo
telah mengalami kemunduran.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK