<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155225">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP EROSI DAN DEBIT PUNCAK DI SUB DAS AIH BOBO KABUPATEN  GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdurrahman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif/survey dengan mengacu kepada satuan peta lahan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui besarnya erosi, tingkat bahaya erosi, nilai koefisien limpasan dan debit puncak pada Sub DAS Aih Bobo Kabupaten Gayo Lues. Nilai koefisien limpasan ditelusuri dengan menggunakan pedoman US.  Forest Service (1980) dan debit puncak dievaluasi dengan menggunakan rumus rasional. Penentuan besamya erosi diprediksi dengan mepgguakan   rumus  USLE    (1978),   klasifikasi  TBE    di tentukan     dengan mepggunakan acuan Departemen Kehutanan (2000).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Bahaya Brosi (TBE) SPL 14,  16 dan 18, berturut turut sebesar 71,59; 507,40 dan 830,85 ton/ha/ltahun, tergolong sangat berat (SB IV)  dan SPL S,  6 dan 17,  berturut-turut sebesar 66,64; 195,82  dan 123,63 ton/ha/tahun, tergolong berat (B-III). Selanjutnya TBE yang terjadi pada SPL 7, 8,&#13;
13,  15  dan 19,  berturut-turut sebesar  17,94;  16,39;  54,55; 102,03  dan 51,78 ton/ha/tahun, tergolong sedang (S-ID), SPL 2, 3, 9, 10,  11 dan 20, berturut-turat sebesar 12,76;  3,75; 20,48; 0,29; 41,69 dan 2,02 ton/ha/tahun, tergolong ringan (R-I)  dan  SPL  1,  4  dan  12,  berturut-turut sebesar 6,91;   14,31  dan  5,13 ton/ha/tahun, tergolong sangat ringan (SR-0). Nilai koefisien limpasan cenderung meningkat, dari 0,10  (tahun  2004) menjadi  0,12  (tahun 2009).  Demikian juga dengan debit puncak pada periode ulang yang ditinjau meningkat, dimana untuk periode ulang 5-tahun meningkat sebesar 16,34 mldet, dimana pada tahun 2004. sebesar 81, 72 mldet berubah menjadi 98,06 mldet pada tahun 2009. Demikian&#13;
juga halnya debit puncak untuk periode ulang 10, 20 dan 50 tahun,  debit  puncak&#13;
untuk masing-masing  periode ulang tersebut meningkat berturut-turut sebesar&#13;
18,45; 24,35 dan 31,98 mldet. Besarnya nilai erosi, TBE , koefisien limpasan dan&#13;
debit puncak menunjukkan bahwa kondisi penggunaan lahan Sub DAS Aih Bobo&#13;
telah mengalami kemunduran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155225</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-02 15:06:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-02 15:06:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>