<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155189">
 <titleInfo>
  <title>HISTOPATOLOGI KESEMBUHAN SKIN GRAFT PADA KUCING YANG DIBERI PLASMA KAYA TROMBOSIT (PKT) SECARA BERULANG DAN DIRAWAT DENGAN MOIST DRESSING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tatria Maulani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skin Graft merupakan tindakan pengambilan sebagian atau seluruh bagian kulit dari satu area untuk dipindahkan ke area lain. Proses penyembuhannya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penggunaan bahan alami dari tubuh sendiri seperti plasma kaya trombosit. Plasma kaya trombosit (PKT) dan moist dressing (MD) memiliki kandungan faktor pertumbuhan dan kelembaban yang dapat membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan histopatologi kesembuhan skin graft yang diberi PKT secara berulang disertai perawatan MD dengan skin graft yang hanya dirawat dengan MD. Penelitian ini menggunakan 6 ekor kucing lokal jantan berumur 1-2 tahun dengan berat badan 2-4 kg dan dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan yang berbeda, yaitu kelompok skin graft yang diberi PKT berulang disertai perawatan MD (K-I) dan perawatan dengan MD saja (K-II). Kulit dikoleksi pada hari ke21 pasca skin graft untuk selanjutnya dibuat sediaan histopatologi. Teknik pewarnaan yang digunakan adalah hematoksilin dan eosin. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan data statistik Independent Sample T Test. Hasil pengamatan menunjukkan jumlah folikel rambut pada K-I (31,33±11,63) lebih banyak dibandingkan K-II (8,78±5,86), neovaskularisasi pada K-I (3,78±2,33) lebih banyak dibandingkan K-II (1,22±1,20), kelenjar keringat pada K-I (0,22±0,44) sama dengan K-II (0,22±0,66), ketebalan epitel epidermis pada K-I (65,71±10,94) lebih tebal dibandingkan K-II (38,28±7,69). Perbedaan signifikan (P0,05) di antara kedua kelompok. Pemberian PKT secara berulang disertai perawatan dengan MD memiliki gambaran histopatologi yang lebih baik terhadap folikel rambut, neovaskularisasi, dan ketebalan epitel epidermis pada kesembuhan skin graft. &#13;
 &#13;
Kata Kunci : Histopatologi, moist dressing, PKT berulang, skin graft.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155189</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-01 22:29:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-02 08:57:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>