<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155119">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KARAKTERISTIK LAHAN DAN MODEL PENGEMBANGAN SERAI WANGI RNDI DATARAN TINGGI GAYO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Reza Salima</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Program Doktor Ilmu Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>REZA SALIMA. Kajian Karakteristik Lahan dan Model Pengembangan Serai Wangi di Dataran Tinggi Gayo, di bawah bimbingan Abubakar sebagai promotor, Sugianto sebagai Ko-promotor I dan Indra sebagai Ko-promotor II&#13;
Penelitian ini membahas pengembangan serai wangi di Dataran Tinggi Gayo melalui pendekatan berbasis karakteristik lahan, aspek ekonomi, dan kualitas minyak yang dihasilkan. Serai wangi memiliki potensi ekonomi yang tinggi karena minyak atsiri yang dihasilkan bernilai komersial. Namun, keberhasilannya tergantung pada faktor biofisik lahan dan manajemen budidaya yang tepat.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik lahan, seperti pH tanah, kandungan bahan organik, dan topografi, berperan penting dalam menentukan produktivitas serai wangi. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 600-1.200 mdpl, dengan kondisi tanah yang memiliki pH 5-6,85 dan kejenuhan basa lebih dari 26,5%.&#13;
Aspek ekonomi juga menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan budidaya serai wangi. Biaya produksi, pendapatan petani, serta tingkat pendidikan berkontribusi terhadap efisiensi usahatani. Harga jual minyak yang optimal harus di atas Rp 119.347,11 per kilogram agar petani mencapai titik impas.&#13;
Kualitas minyak serai wangi sebagai variabel mediasi antara aspek ekonomi dan karakteristik lahan menunjukkan pengaruh signifikan. Kandungan citronellal, citronellol, dan geraniol sangat dipengaruhi oleh metode penyulingan dan kondisi lingkungan tempat tumbuh.&#13;
Model pengembangan yang diusulkan dalam penelitian ini mampu menjelaskan 83,4% variabilitas dalam pengembangan serai wangi. Model ini mencerminkan keterkaitan erat antara faktor ekonomi, kualitas minyak, dan karakteristik lahan sebagai strategi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.&#13;
Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usahatani serai wangi menguntungkan, terutama pada ketinggian 800-1.000 mdpl. Pada rentang ketinggian ini, Net Present Value (NPV) mencapai Rp 100.373.958 dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 108% dan Payback Period (PP) 1,03 tahun. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha serai wangi pada ketinggian 200-400 mdpl memiliki profitabilitas yang rendah dan berisiko tinggi. Sebaliknya, pada ketinggian 600-1.200 mdpl, usaha ini tetap layak meskipun terjadi fluktuasi biaya produksi dan jumlah produksi menurun.&#13;
Pendapatan petani serai wangi secara keseluruhan dapat memenuhi kebutuhan hidup layak, kecuali pada ketinggian 200-400 mdpl. Rata-rata penghasilan bersih petani di atas Rp 3.400.000 per bulan, yang menunjukkan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.&#13;
Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan teknologi penyulingan, pengelolaan lahan yang lebih baik, serta pemberdayaan petani melalui pelatihan dan akses pasar yang lebih luas. Kebijakan pemerintah dalam mendukung industri minyak atsiri juga menjadi faktor penting.&#13;
Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dalam memahami faktor-faktor yang menentukan keberhasilan budidaya serai wangi. Model yang dikembangkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya serta bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pengembangan minyak atsiri di Indonesia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendukung penguatan ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing industri minyak serai wangi di tingkat nasional maupun internasional. Keberlanjutan usaha ini memerlukan sinergi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta.&#13;
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis integrasi faktor ekonomi, karakteristik lahan, dan kualitas minyak merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga keberlanjutan produksi.&#13;
Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan budidaya serai wangi harus mempertimbangkan faktor-faktor yang saling berkaitan secara holistik. Dengan strategi yang tepat, Dataran Tinggi Gayo dapat menjadi sentra produksi minyak serai wangi berkualitas tinggi.&#13;
Rekomendasi bagi penelitian lanjutan mencakup eksplorasi lebih lanjut tentang teknik penyulingan yang lebih efisien serta pengaruh variabel lingkungan lain terhadap kualitas minyak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk di pasar global. Sebagai langkah akhir, perlu ada kolaborasi lebih lanjut antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam mengembangkan kebijakan dan teknologi yang mendukung pengembangan serai wangi yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi petani.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155119</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-29 18:28:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-30 08:42:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>