<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15508">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEBULATAN HASIL PROSES HELICAL INTERPOLATION CUTTING MENGGUNAKAN PAHAT HSS PADA MESIN CNC AGMA A-8</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Aiyub</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setiap proses pemesinan memiliki ciri tertentu untuk suatu komponen yang dihasilkan, antara lain adalah kebulatan. Penyimpangan kebulatan dapat terjadi karena pada proses pemesinan sering terjadi penyimpangan-penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan, putaran spindel dan temperatur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kebulatan benda uji menggunakan pahat HSS dengan gerakan pemotongan Helical Interpolation pada proses mesin milling CNC Agma A-8. Pada penelitian ini digunakan kecepatan potong (v) 45 m/min, dengan variasi kedalaman potong (a) 0.5, 1 dan 1.5 mm dan feeding (f) (0.02, 0.03 dan 0.04) mm/toot. Pahat potong yang digunakan jenis HSS (high speed steel) dengan diameter 10 mm, menggunakan spesimen baja karbon sedang dengan diameter 50,8 mm. Untuk mengukur kebulatan digunakan alat ukur MMQ 100. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai penyimpangan kebulatan terbesar terjadi pada kedalaman potong 1.5 (mm) dengan feeding 0.04 (mm/toot) yaitu dengan nilai penyimpangan terbesar 32.53 µm, nilai penyimpangan kebulatan terkecil terjadi pada kedalaman potong 0.5 (mm) dengan feeding 0.02 (mm/toot) yaitu dengan nilai penyimpangan 9.33 µm. Dari penelitian ini penyebab penyimpangan kebulatan dapat dipengaruhi oleh gesekan antara pahat potong dengan benda kerja, kedalaman potong, temperatur, keausan mata pahat dan getaran.&#13;
Kata Kunci : Kebulatan, Proses Milling, Pahat  HSS&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>15508</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-11 16:21:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-08-12 12:02:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>