<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155073">
 <titleInfo>
  <title>TATALAKSANA PERAWATAN CAT FLU DI KLINIK PETLOVET ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rachel novi anjani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (D3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seekor kucing himalaya bernama Tokyo berumur 1 tahun dengan bobot 3,38 kg diperiksa ke Petlovet Clinic Banda Aceh. Berdasarkan anamnesis, kucing menunjukkan gejala bersin-bersin, mata berair dan memerah, serta mengeluarkan leleran hidung dari kedua lubang hidung sejak satu minggu. Pada pemeriksaan fisik kucing terlihat lemas dikarenakan dehidrasi dan juga anoreksia. Kucing didiagnosis menderita Cat Flu dilihat dari anamnesis dan juga pemeriksaan fisiknya. Penyakit Cat Flu seringkali muncul pada pergantian musim dari barat ke timur dan sebaliknya yaitu dari bulan 5 ke bulan 6. Kondisi ini membuat kucing rentan terhadap penyakit saluran pernapasan atas yang dapat menular ini. Terapi yang diberikan pada kucing kasus terdiri dari obat flu racikan (Cefadroxil, Citirizine, Methyl prednisolon, Neurobion) per oral dua kali sehari selama 7 hari, antihistamin (Citirizine) per oral dua kali sehari selama 7 hari, dan juga dilakukan nebulizer selama 3 hari berturut-turut. Hasil pengobatan selama 1 minggu menunjukkan terjadi lewat perubahan leleran hidung yang tadinya berupa perulen menjadi serous, mata yang sudah tidak berair dan memerah serta frekuensi bersin berkurang yang menandakan kucing mulai membaik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155073</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-28 16:29:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-28 17:01:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>