<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155027">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI BAKTERI ENDOFIT BACILLUS CEREUS UNTUK MENGENDALIKAN BEBERAPA PATOGEN TANAMAN PADI ( ORYZA SATIVA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Barokatus Tsaniah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Proteksi Tanaman</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan utama di Indonesia, namun sangat rentan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti cendawan dan bakteri, yang dapat menurunkan produksi secara signifikan. Penyakit utama padi meliputi penyakit blas yang disebabkan Pyricularia oryzae, bercak daun coklat oleh Bipolaris oryzae dan  hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Aplikasi pestisida sintetis untuk pengendalian penyakit adalah praktik umum yang dilakukan, namun  berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan bakteri endofit, Bacillus cereus dilaporkan berpotensi sebagai agens pengendali hayati patogen tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi B. cereus asal tanaman padi dalam menekan beberapa patogen tanaman padi melalui percobaan in vitro dan in vivo.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap percobaan yaitu in vitro dan in vivo. Pada percobaan in vitro, dilakukan uji antagonisme B. cereus terhadap patogen P. oryzae, B. oryzae dan Xoo. Proses ini melibatkan perbanyakan biakan B. cereus, P. oryzae, B. oryzae dan Xoo, diikuti dengan uji antagonisme B. cereus terhadap ketiga patogen tersebut. Parameter yang diamati adalah persentase daya hambat B. cereus terhadap patogen padi. Pada percobaan in vivo, ketahanan padi diinduksi menggunakan B. cereus, dengan merendam benih dan akar padi dalam suspensi B. cereus 109 sel/ml. Parameter yang diamati meliputi persentase benih berkecambah, masa inkubasi dan persentase keparahan penyakit.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, daya hambat tertinggi terhadap P. oryzae, B. oryzae dan Xoo masing-masing sebesar 79,16%, 68,21%, dan 64,44%. Persentase benih berkecambah, benih dengan perendaman suspensi B. cereus lebih unggul yaitu 89%. Masa inkubasi terlama masing-masing patogen adalah 12,33 hari untuk P. oryzae, 12,16 hari untuk B. oryzae, dan 10,33 hari untuk Xoo. Gejala awal pada P. oryzae muncul nekrosis berbentuk oval dan bagian tengah lebih terang, pada B. oryzae ditandai dengan munculnya bintik-bintik cokelat tua dan pada Xoo ditandai dengan menguningnya daun pada area inokulasi. Persentase keparahan penyakit terendah terjadi pada Xoo sebesar 4,12%, diikuti oleh B. oryzae sebesar 7,70%, dan P. oryzae sebesar 10,32%. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, B. cereus terbukti dapat digunakan sebagai agen biokontrol untuk mengendalikan penyakit padi yang disebabkan oleh P. oryzae, B. oryzae dan Xoo. B. cereus juga mampu menghambat pertumbuhan ketiga patogen tersebut dengan persentase daya hambat di atas 50%. Selain itu, B. cereus juga mampu mengurangi keparahan penyakit hawar daun bakteri, serta memperpanjang masa inkubasi patogen, sehingga memberikan waktu tambahan bagi tanaman untuk bertahan dari serangan penyakit. Hal ini menunjukkan potensi besar B. cereus sebagai agen biokontrol dalam pengelolaan penyakit padi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155027</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-28 10:54:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-28 11:11:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>