<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155011">
 <titleInfo>
  <title>COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR INPRES TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fika Rahayu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik - Ilmu Pemerintahan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Adapun permasalahan yang terjadi saat ini kehadiran pedagang kaki lima, yang mana lahan yang sudah disediakn pemerintah tidak dipergunakan dengan maksimal Aturan mengenai aktivitas berdagang bagi pedagang kaki lima sudah disosialisasikan. Tetapi pedagang kaki lima bersikap tidak peduli dan memilih berdagang di tempat yang tidak diperbolehkan, dampak yang terjadi ialah terhadap pengunjung dan kebersihan yang sangat tidaak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Collaborative Governance pada penertiban Pedagang Kaki Lima di pasar Inpres tapaktuan Kab.Aceh Selatan serta mengetahui apa saja yang menjadi hambatan Coolaborative Governance pada penertiban pedagang kaki lima di pasar Inpres Tapaktuan Kab. Aceh Selatan, Adapun metode pada penelitian ialah dengan metode kualitatif dengan observasi partisipan, wawancara dan pencatatan,  dengan menggunakan teori Collaborative Governance dari Ansel C dan Gash A (2107). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan 3 tahapan yaitu Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses implementasi collaborative governance seringkali dilakukan dalam bentuk face to face dialogue atau diskusi secara langsung yang melibatkan berbagai pihak terkait. Hal ini cukup berhasil untuk meredakan konflik dan menyelesaikan permasalah yang ada di Psar Inpres Tapaktuan. Namun, dalam pengimplementasiannya, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga masih memiliki hambatan dan tantangan yang menyebabkan kurang optimalnya pelaksanaan collaborative governance dalam penertiban pedagang kaki lima di Pasar Inpres Tapaktuan.&#13;
Kata Kunci: Collaborative, Pedagang, Penertiban, Tapak Tuan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155011</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-28 10:30:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-28 10:36:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>