<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="155005">
 <titleInfo>
  <title>GEOLOGI DAN ANALISIS LAJU INFILTRASI MENGGUNAKAN METODE HORTON PADA DAERAH KUTA ACEH, KECAMATAN SEUNAGAN, KABUPATEN NAGAN RAYA, ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADLAN FARIZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	 Geologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah Penelitian ini secara administratif terletak pada daerah Desa Kuta Aceh dan sekitarnya, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Koordinat geografis daerah penelitian terletak pada 96°15'38.1&quot; BT- 96°77'47.8&quot; BT dan 4°12'00.4&quot; LU – 4°15'15.8&quot; LU dengan luas lokasi sekitar 24 km2. Berdasarkan peta geologi lembar Takengon area yang akan diteliti ini terdiri dari satu formasi dan satu endapan, dengan urutan stratigrafi dari yang paling tua hingga yang paling muda, melibatkan Formasi Tutut (QTt) yang terdiri dari konglomerat yang belum sepenuhnya terlitifikasi, batupasir, batulumpur yang mengandung lignit, lignit tipis, dan batubara.dan endapan Aluvium Muda (Qh) yang terbentuk dari endapan lempung, pasir, dan kerikil. Tujuan dilakukannya penelitian ini  untuk mengetahui kondisi geologi detil meliputi persebaran batuan, struktur geologi, hubungan antar satuan batuan, dan penampang geologi serta kondisi geomorfologi. Hasil penelitian ini berupa peta lintasan, peta geomorfologi, peta geologi, dan analisis laju infiltrasi. Metode yang digunakan dalam pemetaan geologi meliputi penjelasan singkapan batuan, pengukuran arah dan kemiringan, observasi lanskap, dan analisis petrografi pada irisan tipis untuk menentukan komposisi mineral serta mengetahui laju infiltrasi pada daerah penelitian menggunakan metode Horton yang mempunyai tiga parameter yang menentukan proses infiltrasi dalam tanah yaitu parameter K, infiltrasi awal (fo) dan infiltrasi konstan (Fc). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa daerah penelitian terdiri 2 satuan bentang alam yaitu bentang alam Denudasional dan bentang alam Fluvial. Satuan batuan meliputi satuan batu lempung sisipan batubara tutut, satuan batu lempung tutut, satuan batupasir tutut, dan satuan endapan aluvial. Berdasarkan klasifikasi FAO 2002, laju infiltrasi tertinggi pada daerah penelitian yaitu 24 mm/jam dengan kategori cepat dan nilai infiltrasi terendah yaitu 1,2 mm/jam dengan kategori sangat lambat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>155005</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-28 10:11:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-28 10:21:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>