<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154909">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS UNJUK KERJA GRATE COOLER PADA PROSES PEMBUATAN SEMEN DI PT. SOLUSI BANGUN ANDALAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farhan Nurramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unjuk kerja Grate cooler pada proses pembuatan semen di PT. Solusi Bangun&#13;
Andalas. Grate cooler merupakan komponen penting yang berfungsi menurunkan suhu klinker dari 1350°C menjadi&#13;
sekitar 90°C melalui proses pendinginan mendadak (quenching). Evaluasi dilakukan melalui analisis neraca massa, neraca&#13;
panas, dan efisiensi thermal. Data primer dan sekunder dikumpulkan dari pengamatan langsung serta literatur pendukung.&#13;
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total input massa sebesar 706.981,70 kg/jam seimbang dengan output massa yang&#13;
sama, mengindikasikan kesesuaian sistem neraca massa. Namun, analisis neraca panas menunjukkan adanya kehilangan&#13;
panas yang signifikan sebesar 60% dari total panas input, jauh melebihi batas toleransi 12-22%. Selain itu, efisiensi&#13;
thermal sistem hanya mencapai 40%, yang berada di bawah batas minimal efisiensi layak operasi sebesar 50%.&#13;
Kehilangan panas ini disebabkan oleh perpindahan panas konduksi dan konveksi, serta kebocoran udara yang membawa&#13;
panas keluar dari sistem. Kondisi ini mengindikasikan bahwa performa Grate cooler tidak optimal, sehingga&#13;
memengaruhi kualitas pendinginan klinker dan efisiensi proses produksi semen. Penelitian ini merekomendasikan&#13;
evaluasi lanjutan dan perbaikan menyeluruh pada sistem Grate cooler guna meningkatkan efisiensi thermal serta kualitas&#13;
produksi semen secara keseluruhan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154909</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-25 15:14:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-25 15:28:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>