PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KERENTANAN BANGUNAN 2 LANTAI DENGAN PENGUJIAN MIKROTREMOR DI KECAMATAN BAHOROK, KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KERENTANAN BANGUNAN 2 LANTAI DENGAN PENGUJIAN MIKROTREMOR DI KECAMATAN BAHOROK, KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA


Pengarang

CLARA RUCI SALSABILLA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Bambang Setiawan - 197106032006041002 - Dosen Pembimbing I
Halida Yunita - 197806132002122002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004109010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geologi (S1) / PDDIKTI : 34201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Geologi., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


ABSTRAK
Gempa bumi merupakan bencana alam yang datangnya secara tiba-tiba dan dalam waktu yang relatif singkat yang akan menghancurkan semua yang ada di muka bumi ini baik harta, benda dan manusia. Begitu juga dengan bangunan-bangunan yang ditempati oleh masyarakat setempat. Secara Geografis, lokasi penelitian berada di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dengan koordinat 3,463009 – 3,508227 LU dan 98,176087 – 98,221085 BT dengan luasan daerah kurang lebih 25 km² . Pada lokasi penelitian terdapat formasi Baong, formasi Tufa Toba, Endapan Aluvium. Adapun alasan di lakukan penelitian ini adalah letak lokasi penelitian yang berada di jalur Sesar Semangko, menyebabkan daerah tersebut rawan terjadi gempa bumi. Tujuan penulis mengambil penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai dari frekuensi alami bangunan dan mengetahui tingkat resonansi antara bangunan dua lantai dengan tanah di sekitarnya sehingga dapat menjadi mitigasi jika terjadi gempa bumi dan sebagai acuan untuk membuat bangunan yang tahan gempa. Untuk pemetaan geologi dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan dan untuk studi kasus menganalisis bangunan 2 lantai dengan menggunakan pengujian Mikrotremor menggunakan metode Floor Spectral Ratio (FSR) dan bantuan aplikasi software geopsy. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini terdapat 3 satuan geomorfologi yaitu ( D5, F1,F3) Selain itu, untuk kondisi geologi daerah penelitian terdiri dari 3 satuan batuan dari yang tertua hingga termuda, yaitu satuan Lempung Karbonatan (Tmb), Tufa Riodasit (Qvt) dan satuan Endapan Aluvium (Qh). Berdasarkan pengukuran kerentanan bangunan 1 dan 2 dimana bangunan 1 titik dominan kerentanan bangunan terletak pada lantai 2 bagian tengah dan bangunan 2 terletak pada lantai 2 ujung belakang. Untuk menganalisis tingkat resonansi struktur dan bangunan secara efektif, titik pengukuran terbaik harus dilakukan di lantai tertinggi bangunan. Selain itu, disarankan agar pengukuran dilakukan minimal pada tiga titik utama, yaitu titik tengah dan kedua ujung bangunan. Pemilihan titik-titik ini didasarkan pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pada bangunan 1, nilai tertinggi diperoleh di titik tengah, sedangkan pada bangunan 2, nilai tertinggi diperoleh di salah satu ujung struktur. Dengan melakukan pengukuran yang komprehensif pada titik-titik strategis ini, kita dapat memahami dinamika struktur bangunan dengan lebih akurat dan memprediksi potensi kerentanan terhadap gempa bumi.


Kata Kunci: pemetaan geologi, FSR (floor spectral ratio), kerentanan,
Miktrotremor.



Earthquakes are natural disasters that occur suddenly and within a relatively short time, destroying everything on the earth’s surface, including property, possessions, and human lives. The same applies to buildings inhabited by the local community. Geographically, the research location is in Bahorok District, Langkat Regency, North Sumatra, at coordinates 3.463009 – 3.508227 N and 98.176087 – 98.221085 E, with an area of approximately 25 km². The research area contains the Baong Formation, Toba Tuff Formation, and Alluvial Deposits. The reason for conducting this research is the location’s position along the Semangko Fault, which makes the area prone to earthquakes. The purpose of this research is to determine the natural frequency values of buildings and to identify the resonance level between two-story buildings and the surrounding soil, so that it can serve as mitigation in the event of an earthquake and as a reference for constructing earthquake-resistant buildings. Geological mapping was carried out through direct field observation, and for the case study, two-story buildings were analyzed using microtremor testing with the Floor Spectral Ratio (FSR) method and the assistance of Geopsy software. The results of this study identified three geomorphological units (D5, F1, F3). In addition, the geological condition of the research area consists of three rock units from oldest to youngest: Carbonate Clay Unit (Tmb), Rhyodacite Tuff (Qvt), and Alluvial Deposits (Qh). Based on the vulnerability measurements of Building 1 and Building 2, the dominant vulnerability point of Building 1 is located in the middle of the second floor, while in Building 2, it is at the rear end of the second floor. To effectively analyze the resonance level of structures and buildings, the best measurement point should be at the highest floor of the building. In addition, it is recommended that measurements be taken at a minimum of three main points, namely the center and both ends of the building. The selection of these points is based on the results of the study, which show that in Building 1, the highest value is obtained at the center point, while in Building 2, the highest value is at one end of the structure. By conducting comprehensive measurements at these strategic points, we can better understand the dynamic behavior of the building structure and predict its potential vulnerability to earthquakes. Keywords: geological mapping, FSR (floor spectral ratio), vulnerability, microtremor.

Citation



    SERVICES DESK