<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154801">
 <titleInfo>
  <title>DINAMIKA CANCEL CULTURE PRODUK PRO ISRAEL DI MEDIA SOSIAL X PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zafiramiska</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media sosial X memiliki peran yang signifikan dalam membentuk opini publik, mendorong partisipasi dalam cancel culture produk pro Israel, serta memperkuat pengaruh aktivisme digital dalam memobilisasi gerakan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika cancel culture terhadap produk pro Israel di media sosial X pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Digital Activism Theory untuk memetakan bagaimana proses cancel culture terbentuk dan berkembang, mulai dari pembentukan opini publik, perencanaan aksi, hingga mobilisasi massa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman dan perspektif mahasiswa yang terlibat dalam gerakan ini. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur yang dilakukan dengan empat orang mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang terlibat dalam aktivitas cancel culture produk pro Israel dan dokumentasi berupa tangkapan layar aktivitas digital cancel culture mereka di media sosial X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial X memiliki peran signifikan dalam mendorong pengguna untuk terlibat dalam gerakan cancel culture produk-produk pro Israel. Aksi boikot ini dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023, dan hingga tahun 2025 para informan masih menunjukkan komitmen untuk terus melanjutkannya. Meskipun dinamika boikot yang terjadi bersifat fluktuatif, adanya perubahan dalam intensitas dan konsistensi perilaku boikot para informan tetap menunjukkan upaya yang berkelanjutan dalam menolak produk yang terafiliasi dengan Israel. Fitur seperti trending topic, tweet, retweet, like, dan share membantu mempercepat penyebaran informasi, sehingga meningkatkan kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa dan mempengaruhi perilaku mahasiswa untuk melakukan tindakan brand switching. Selain itu, mahasiswa yang terlibat dalam gerakan ini tidak hanya melakukan cancel culture di media sosial X, tetapi juga aktif menyebarluaskan informasi ke media sosial lain seperti WhatsApp dan Instagram untuk memperluas jangkauan kampanye. Penelitian ini juga menemukan bahwa cancel culture di kalangan mahasiswa bukan hanya sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari dinamika sosial yang memengaruhi pola pikir, perilaku konsumsi, serta sikap kritis mereka terhadap isu-isu global kemanusiaan.&#13;
Kata Kunci: Cancel Culture, Media Sosial X, Digital Activism, Produk Pro Israel, Mahasiswa.  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154801</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 19:37:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-25 10:26:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>