<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154797">
 <titleInfo>
  <title>INTERAKSI SOSIAL KOMUNITAS CAT LOVERS BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAULIDA HIDAYATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik	Sosiologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  pola  interaksi  sosial  dalam komunitas  Cat  Lovers  Banda  Aceh  (CLBA)  dengan  pendekatan  kualitatif deskriptif.  Komunitas  CLBA  menunjukkan  fenomena  menarik  bagaimana kecintaan terhadap kucing mampu menjadi pemersatu individu dari berbagai latar belakang  sosial,  ekonomi,  dan  budaya.  Berdasarkan  teori  interaksi  simbolik  oleh George Herbert Mead dan teori ritual interaksi oleh Randall Collins, penelitian ini mengidentifikasi dimensi interaksi sosial yang meliputi fokus perhatian bersama, penggunaan  simbol,  ritual  interaksi,  energi  emosional,  solidaritas  kelompok, kepercayaan, tanggung jawab sosial, serta konflik yang terjadi di dalam komunitas. Data  dikumpulkan  melalui  wawancara  mendalam,  observasi  partisipatif,  dan dokumentasi.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  fokus  perhatian  bersama terhadap kucing menjadi elemen sentral dalam menciptakan solidaritas sosial dan keselarasan emosional. Penggunaan simbol seperti logo, jargon, dan kegiatan khas komunitas  memperkuat  identitas  sosial  anggota.  Ritual  interaksi  seperti  street feeding,  pelatihan,  dan  gathering  rutin  mempererat  hubungan  antaranggota  dan menciptakan energi emosional yang positif. Solidaritas kelompok tercermin dalam dukungan  emosional  dan  material,  sementara  kepercayaan  memainkan  peran penting  dalam  menjaga  keharmonisan  komunitas.  Penelitian  juga  menemukan adanya tantangan dalam bentuk konflik internal yang memerlukan resolusi efektif untuk  mempertahankan  stabilitas  komunitas.  Penelitian  ini  memberikan pemahaman  yang  lebih  mendalam  tentang  dinamika  sosial  dalam  komunitas berbasis  minat,  khususnya  CLBA,  serta  menyarankan  pentingnya  pengelolaan interaksi sosial untuk menjaga keberlanjutan komunitas. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Interaksi Sosial, Komunitas, Cat Lovers, Simbol, Solidaritas Sosial</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154797</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 17:28:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-25 10:21:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>