PEMETAAN GEOLOGI DAN APLIKASI LOW FREQUENCSY SPECTOSCOPY (LFS) UNTUK MENDETEKSI DAERAH PROSPEK HIDROKARBON DI KABUPATEN LANGKAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN GEOLOGI DAN APLIKASI LOW FREQUENCSY SPECTOSCOPY (LFS) UNTUK MENDETEKSI DAERAH PROSPEK HIDROKARBON DI KABUPATEN LANGKAT


Pengarang

Annisa Regina Hanum - Personal Name;

Dosen Pembimbing

fahri Adrian, B.Sc., M.Sc. - 199004292016011101 - - - Dosen Pembimbing I
Bambang Setiawan - 197106032006041002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2004109010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geologi (S1) / PDDIKTI : 34201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Geologi., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Menurut Badan Geologi Indonesia, Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen yang hampir setengah dari jumlahnya sudah dieksplorasi, sedangkan sisanya masih tahap produksi dan atau tidak ditemukan minyak. Faktor inilah yang menjadi alas an utama dalam penelitian ini. Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Bahorok, kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Lokasi penelitian ini masih berada di busur belakang Cekungan Sumatera Utara. Formasi penelitian ini adalah Formasi Batugamping Batumilmil (Ppbl), Formasi Belumai (Tmpb), Formasi Tufa Tiba (Qvt) dan Formasi Alluvium (Qh). Secara geologi, penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi geologi, struktur, litologi, bentang alam, stratigrafi dan lingkungan pengendapannya. Sedangkan untuk studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah potensi hidrokarbon di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan yaitu pemetaan geologi dan metode Low Frequency Spectroscopy (LFS) untuk mendeteksi zona anomali hidrokarbon melalui frekuensi rendah antara 1-6 Hz. Hasil yang diperolah dari pnelitian ini terdapat 4 satuan geomorfologi antara lain satuan perbukitan & lereng denudasional (D2), satuan dataran (paneplains) (D5), satuan dataran banjir (F3) dan satuan sungai (F7). Kondisi geologi daerah penelitian terdiri dari 4 satuan batuan antara lain satuan batugamping dan rijang sebagai satuan yang tertua, satuan batupasir glaukonit, satuan batu tufa, dan satuan endapan kerikil sebagai satuan yang paling muda. Berdasarkan pengukuran seismik pasif diperoleh 3 zonasi anomali spektrum dengan warna berbeda, yaitu warna merah yang diasumsuikan sebagai zona anomali hidrokarbon, warna biru diasumsikan sebagai anomali minimum hidrokarbon.

Kata kunci : Pemetaan Geologi, Low Frequency Spectroscopy (LFS), Mikrotremor Hidrokarbon

Indonesia is a country rich in natural resources. According to the Geological Agency of Indonesia, Indonesia has 128 sedimentary basins, almost half of which have been explored, while the rest are still in the production stage and nor oil has been found. This factor is the main reason for this study. The research location is in Bahorok District, Langkat Regency, North Sumatra. The research location is still in the back arc of the North Sumatra Basin. The research formations are Batumilmil Limestone Formation (Ppbl), Belumai Formation (Tmpb), Tufa Tiba Formation (Qvt) and Alluvium Formation (Qh). Geologically, this study aims to see the geological conditions, structure, lithology, landscape, stratigraphy and depositional environment. As for the case study, this study aims to identify potential hydrocarbon areas in Bahorok District, Langkat Regency. The methods used are geological mapping and the Low Frequency Spectroscopy (LFS) method to detect hydrocarbon anomaly zones through low frequencies between 1-6 Hz. The results obtained from this study contain 4 geomorphological units, including the denudational hills & slopes unit (D2), the plains unit (paneplains) (D5), the flood plain unit (F3) and the river unit (F7). The geological conditions of the research area consist of 4 rock units, including the limestone and rijang units as the oldest units, the glauconite sandstone unit, the tuff rock unit, and the gravel deposit unit as the youngest unit. Based on passive seismic measurements 3 anomalous spectrum zones were obtained with different colors, namely the red color which is assumed to be the hydrocarbon anomaly zone, the blue color is assumed to be the minimum hydrocarbon anomaly. Keywords: Geological Mapping, Low Frequency Spectroscopy (LFS), Hydrocarbon Microtremor

Citation



    SERVICES DESK