<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="154787">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERSONAL BRANDING @VINAMULIANA TERHADAP KEBUTUHAN INFORMASI DUNIA KERJA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SOPHIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh personal branding akun TikTok @VinaMuliana terhadap kebutuhan informasi dunia kerja mahasiswa tingkat akhir Universitas Syiah Kuala. Personal branding dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori McNally dan Speak (2009) yang terdiri dari tiga dimensi utama, yaitu kekhasan (distinctive), relevansi (relevant), dan konsistensi (consistent). Sementara itu, kebutuhan informasi dianalisis berdasarkan teori Guha (1978) yang mencakup pendekatan current need, everyday need, exhaust need, dan catching-up need. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik quota sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 153 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai fakultas di Universitas Syiah Kuala yang aktif menggunakan TikTok dan mengikuti akun @VinaMuliana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebutuhan informasi dunia kerja. Nilai R Square sebesar 0.760 menunjukkan bahwa 76% variabel kebutuhan informasi dipengaruhi oleh personal branding, sedangkan sisanya sebesar 24% dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai t hitung sebesar 26.044 dengan tingkat signifikansi 0.000 (&lt; 0.05) menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, dengan nilai koefisien regresi sebesar 1.194, yang menunjukkan arah hubungan positif antara kedua variabel.&#13;
Kata Kunci: 	Personal Branding, TikTok, Kebutuhan Informasi, Dunia Kerja, Mahasiswa Tingkat Akhir.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>154787</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-24 16:40:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-25 09:39:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>